Dengan metrik online, bisa menguji harga Bitcoin (BTC) di angka 10,000 USD di bulan ini seperti jumlah tweet di twitter dan pencarian Google yang me-mention Bitcoin di dua tahun terakhir. Beberapa kaitan telah dibentuk antara faktor eksternal dan evolusi harga Bitcoin. Yang paling utama adalah metrik media sosial seperti jumlah tweet yang menyebutkan mata uang kripto tertentu, jumlah komentar atau postingan dalam cryptocurrency yang tercantum di sub forum Reddit. Jumlah volume pencarian harian untuk pembahasan kripto tertentu atau bahkan menyebut “Lambos” di Reddit.

Analisis dari data semacam ini dapat membantu investor dalam mencoba memprediksi returns sehingga bisa jadi pendekatan baru bagi investor tradisional. 

Menganalisis tweet dan harga Bitcoin dari tahun 2017 sampai 2019

Melihat jumlah tweet harian yang menyebutkan Bitcoin sejak 2017, terdapat peningkatan tajam bull-run selama 2017. Pada 7 desember 2017, ada catatan 155.600 tweet mengenai Bitcoin. Setelah kenaikan rata-rata tweet selama tahun 2018 dan 2019, jumlah rata-rata tweet menurun secara substansial, meskipun terdapat lonjakan kecil pada tanggal 26 Juni selama puncak perlombaan bull-run Bitcoin yang lebih kecil di tahun 2019.

Tren jangka menengah antara jumlah tweet dan harga Bitcoin ini mungkin menunjukkan kedua variabel tersebut terkait atau bisa jadi adalah prediktor dari yang lainnya. Seperti dugaan, selama tahun 2017, korelasi antara price dan jumlah tweet adalah yang tertinggi di tahun tersebut dengan angka 0,86. 

Korelasi dari angka 1 yang berarti Bitcoin dan jumlah tweet berhubungan secara positif, sedangkan – 1 berarti terhubung secara terbalik.  Selain itu, korelasi dari 0 berarti mereka tidak berkorelasi dengan cara apapun. Meskipun tahun 2018 adalah bear periode, tingginya hubungan antara price dan tweet tetap memiliki keterkaitan 0,74. Hubungan ini jauh lebih rendah di tahun 2019 (0,12), walaupun Bitcoin menunjukkan kenaikan harga yang besar antara bulan Maret dan Juni.

Tweet sebagai alat prediksi volume Bitcoin

Adanya korelasi nilai yang tinggi membuat antusias para peminat untuk berasumsi bahwa jumlah tweet dapat berfungsi sebagai prediksi yang bisa dipercaya mengenai harga Bitcoin di masa depan.  Namun, dengan menganalisis selama setahun, mengutip dari laman Cointelegraph, mereka menemukan hasil yang signifikan antara jumlah tweet dan volume. Sebuah masukan utama bagi investor untuk memasukkan metrik sosial ini ke dalam analisis teknis mereka. Jika berhubungan dengan pengaruh tweet pada volume Bitcoin, hubungan selama tahun 2017 lebih kuat daripada tahun 2018 atau 2019 dan bertambah kuat tiap tahunnya. 

Di tahun 2017, jika jumlah tweet meningkat 1 persen, kemungkinan volume Bitcoin naik 2.6% di hari yang sama. Hubungan ini berlaku di tahun-tahun lainnya namun, ada peningkatan volume di bawah 1% pada tahun 2018 dan 2019. Dengan menganalisis kekuatan tweet masa depan untuk memprediksi volume di hari berikutnya, mereka menemukan hasil signifikan yang serupa dengan kekuatan yang sama, artinya, ketika jumlah tweet hari ini meningkat sebesar 1%, volume Bitcoin meningkat 2.5% di tahun 2017, 0,64% di tahun 2018 dan 0,72% di tahun 2019.

Baca juga: Energy Value Bitcoin Prediksi Harga BTC $100.000

Tweet di Twitter dapat memprediksi Bitcoin  secara akurat?

Nilai sentimen dari setiap pasar keuangan bisa jadi kemampuan untuk memprediksi kembali masa depan. Sepanjang tahun, mereka tidak melihat hasil yang signifikan antara jumlah tweet dan Bitcoin. Kecuali saat perhitungan di 2019 ketika jumlah tweet meningkat sebesar 1%, returns akan meningkat 0,036% pada hari yang sama. Saat mencoba mengaitkan hubungan antara jumlah tweet dan return Bitcoin di masa depan, mereka tidak menemukan hasil yang signifikan, jadi tidak bisa disimpulkan yang sama seperti pada volume bitcoin.

Pandangan baru mengenai hubungan tweet di Twitter dan Bitcoin

Sejak awal tahun, Bitcoin mengalami pertumbuhan yang luar biasa dengan menghasilkan 27%, return untuk crypto hedge funds di bulan Januari, kinerja tertinggi yang terlihat sejak tahun 2017. Poin data ini selaras dengan altcoins yang mengikuti lebih besar tren positif. Hal ini juga membuka pintu untuk penelitian lebih lanjut apakah tren sosial yang sebelumnya diamati sebenarnya berdampak pada jumlah trading kripto. Ini akan berguna untuk menegaskan kembali apakah awal tahun 2020 memiliki karakteristik serupa dengan periode bullish pada tahun 2017 atau 2019.

Mengenai jumlah rata-rata tweet yang menyebutkan Bitcoin pada bulan Januari dan Februari tahun ini, ada peningkatan dari rata-rata yang diamati selama tahun 2019 – dari rata-rata 18.972 tweet setiap hari di 2019 menjadi rata-rata 22.070 tweet pada awal tahun 2020. 

Selain itu, kenaikan yang tidak wajar pada tweet yang terjadi pada 2 Februari meningkatkan rata-rata tweet pada Februari  (31.945 tweet) dibandingkan Januari (17.929 tweet), Setelah tren ini, didapati bahwa hubungan yang muncul antara jumlah tweet dan volume juga dapat diamati pada bulan pertama dan pertengahan tahun 2020. 

Akan tetapi, besarnya dampak yang dihasilkan tweet dalam volume berkurang dari tahun-tahun sebelumnya. Ketika jumlah tweet naik sebesar 1%, volume naik sebesar 0,423% pada hari yang sama. Dampaknya menjadi lebih kecil ketika melihat kekuatan memprediksi dari jumlah tweet di twitter. Ketika 1% naik hari ini, volume akan naik 0,34% pada hari berikutnya. 

Melihat ke depan, investor dapat memasukkan pengaruh dari sejumlah tweet ke dalam analisis mereka ketika pergerakan volume transaksi terjadi secara konsisten selama bertahun-tahun. Semua ini layak menjadi pertimbangan banyak pengamat untuk mengisyaratkan bahwa tren new bull sedang berlangsung di pasar kripto.

Oleh karena itu, melihat lonjakan metrik sosial seperti tweet di twitter, dapat melengkapi kemampuan investor untuk menentukan periode spekulasi sehingga mereka dapat menyesuaikan strategi investasi mereka sesuai dengan itu.

Tags: