Bitcoin  (BTC) belum mengalami kemajuan dalam beberapa hari terakhir. Sejak puncak harga sebesar 9.200 USD beberapa waktu lalu, harga aset kripto ini turun serendah 3.800 USD, menandai penurunan tinggi sebanyak 50% di pekan ini. Sayangnya, belum ada sinyal yang menunjukkan jika bitcoin bakal mengalami pemulihan.

Sedangkan, banyak cerita media yang menggambarkan bitcoin sebagai kunci untuk memudahkan kekayaan, namun tidak selalu demikian; Selama beberapa bulan terakhir, diperkirakan bahwa biaya mining sebuah BTC mencapai sekitar 8.000 USD, berdasarkan standar harga listrik dan perangkat keras yang tersedia secara publik. Dengan kelemahan seperti itu, para miner yang mengeluarkan biaya tinggi harus dipaksa keluar dari pasar, kondisi ini ditandai dengan penurunan 30% dari tingkat hash tertinggi yang baru saja terjadi di minggu lalu. 

Ini berarti Hash Ribbon, sebuah indikator yang melacak perpindahan tingkat hash, berada ambang sinyal “kapitulasi miner,” ketika secara masal para miner dipaksa keluar dari pasar  karena trading BTC di bawah biaya mining.

Untuk menggambarkan pentingnya kapitulasi pada miner, berikut grafik dari industri podcaster dan Bitcoin bull, Preston Pysh. 

Seperti yang digambarkan dengan jelas oleh bagan dari Pysh, kapitulasi pertambangan tersebut yang menurunkan harga mendahului jatuhnya 50% mencapai harga 6.000 USD hingga harga tepat di atas 3.000 USD di akhir 2018.

Selain itu, kapitulasi penambang terakhir yang terlihat pada akhir tahun lalu diikuti dengan penurunan sebesar 20%, sebelum akhirnya pulih yang menyebabkan Bitcoin mengalami kenaikan 50% menjadi 10.500 USD hanya dalam waktu beberapa bulan.

 

Sejarah yang sama akan terlihat saat Bitcoin terus meningkat dan dipastikan akan menurun dalam beberapa hari ke depan atau beberapa minggu ke depan. Walau demikian, hal yang sama juga akan terlihat pada harga mata uang kripto yang meledak puluhan persen, bahkan mungkin ratusan persen lebih tinggi setelah para penambang mulai mengambil sumber daya untuk mengamankan jaringan kembali.

Baca juga: 3 Alasan Utama Harga Bitcoin Anjlok Hingga 14%

Apa Bulls Masih Punya Harapan?

Untungnya, saat ini para analis melihat adanya kasus bulls yang terbentuk pada Bitcoin yang bisa mengurangi beberapa risiko downside. Filb Filb, misalnya, menunjukkan tiga alasan mengapa Bitcoin dapat menekan lebih tinggi: grafik jangka pendek telah membentuk textbook Adam & Eve berada di bawah, tingkat pendanaan di BitMEX mendukung bullish yang menjanjikan, dan sisi penawaran dalam order book sudah mulai naik lagi ke level yang menunjukkan pembelian kembali.