Bitcoin baru saja kembali ke titik harga $9.000 setelah mengalami peningkatan sebanyak 4%. Kini BTC dilansir dari Decrypt.co menempati harga $9.100 setelah sempat mencapai $9.137 di hari sebelumnya. Hal ini diduga ada pengaruhnya dari regulasi Bitcoin yang ada di Korea Selatan yang selama ini dikenal negara yang ramah terhadap cryptocurrency. 

Sempat berfluktuasi antara $8.500 dan $8.900 pada minggu lalu, mulai terlihat lonjakan kesempatan bullish dari $8.700 menjadi lebih dari $9.000 dalam hitungan jam. Menjelang Februari, terlihat penambahan $6 miliar pada kapitalisasi pasar Bitcoin sehingga totalnya menjadi $166 miliar per 4 Maret.

Baca juga: Prancis Mengesahkan Bitcoin sebagai Alat Tukar Sah

Terlepas dari tindakan bullish yang terjadi, volume perdagangan harian Bitcoin berkurang secara bertahap dalam beberapa pekan terakhir. Turun lebih dari $52 miliar dan terus berubah pada 28 Februari. Kemudian mengalami penurunan sebesar 25% dengan nominal $39 miliar. Kendati demikian, heatmap agregat BitcoinWisdom mengatakan batasan membeli yang kuat telah terbentuk di sekitar harga $9.070. Hal ini menunjukan Bitcoin tidak mungkin berbalik arah dalam waktu singkat.

Baca juga: Harga Bitcoin Bisa Melampaui Rp199 Juta!

Bitcoin bukan satu-satunya cryptocurrency yang paling aman saat ini, karena cryptocurrency besar lainnya juga terlihat baik-baik saja. Secara umum kapitalisasi pasar global dari semua cryptocurrency membeludak hingga lebih dari $260 miliar atau sekitar Rp3,7 triliun seiring dengan undang-undang baru Korea Selatan yang mengharuskan pertukaran kripto di negara tersebut mematuhi pedoman FATF (Financial Action Task Force).