Belajar investasi atau mengelola keuangan sejak dini memang sudah harus disadari masyarakat terutama kalangan generasi milenial. Mudahnya akses pada informasi dan maraknya edukasi mengenai perencanaan keuangan dan investasi membuat para generasi milenial ini tertarik untuk melakukannya.

Lantas bagaimana cara berinvestasi bagi pemula?

Menjawab hal itu, Dr. Wisudanto, SE., MM, CFP, ASPM memberikan beberapa tips kepada pemula dan mahasiswa dalam memulai investasi. Pertama yakni memilih instrumen investasi yang sesuai. Menurutnya, ada berbagai macam bentuk dan produk investasi.
Di antaranya investasi di sektor real seperti tanah, rumah, dan apartemen. Atau investasi melalui perbank-an berupa deposito dan pasar modal.
“Apabila ingin investasi di pasar modal, maka perlu belajar lebih banyak terlebih terkait risikonya. Baik risiko dalam dimensi waktu, return, atau asset,” ucap Wisudanto, Kamis (1/4).
Namun apabila ingin berinvestasi di pasar modal, uang yang digunakan haruslah uang yang tidak akan digunakan dalam waktu kurang dari satu tahun, karena menurutnya investasi di pasar modal sifatnya tidak liquid. Tidak ada yang bisa menggaransi bahwa dengan membeli saham hari ini, harganya akan tetap di esok hari.
“Perlu diperhatikan bahwa jika berinvestasi di pasar modal sifatnya jangka panjang, lebih dari satu tahun bahkan bisa seumur hidup perusahaan karena dengan berinvestasi artinya kita memiliki sebagian dari perusahaan,” jelasnya.
Selain itu, pakar manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair) ini juga tidak merekomendasikan praktik trading bagi seseorang yang menganut prinsip syariah.
Hal dikerenakan trading mentransaksikan sesuatu tanpa dasar yang jelas dan sifatnya spekulasi. Sementara transaksi harus memiliki dasar yang jelas baik dari sisi keilmuan ataupun kebutuhan. Kedua yakni memahami produk. Sebelum memutuskan untuk membeli instrument investasi, seseorang juga perlu memahami produk yang akan dibeli.
Contohnya, apabila investasi di pasar modal, seseorang harus paham sebelum membeli sebagian saham dari suatu perusahaan yang ada di pasar modal tersebut. Seperti mengetahui produk apa saja yang dijual oleh perusahaan tersebut, atau dari mana saja sumber pemasukan perusahaan, serta bagaimana proses bisnisnya.
Terlebih apabila ingin berinvestasi secara syariah di pasar modal. Selain mengetahui sumber pemasukan perusahaan juga perlu dicari tahu apakah perusahaan atau emiten tersebut terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES) OJK.
“Hal ini untuk menghindari investasi bodong, jadi perlu banyak literasi. Jangan terburu-buru investasi, perbanyak literasi, pahami asset dan produk, ikut seminar yang diselenggarakan oleh lembaga yang sesuai agar lebih jelas,” jelasnya.
Ketiga yakni pentingnya melakukan cek keabsahan lembaga untuk berinvestasi. Pastikan lembaga tersebut memiliki izin oleh pihak yang berwenang sebagaimana diatur dalam undang-undang.
Sebagai contoh, apabila ingin membeli tanah maka sebaiknya pergi ke notaris agar dibantu dalam memastikan keabsahan kepemilikan tanah. Jika ingin investasi di pasar modal, maka serahkan pada ahli pasar modal seperti Bursa Efek Indonesia.
“Untuk cek keabsahan izin lembaga, pergi ke instansi yang berwenang untuk minta petunjuk sesuai aspek legal dari lembaga untuk investasi,” ucap Wisudanto.
Keempat yakni melakukan analisa jangka panjang. Sebelum berinvestasi di pasar modal, analisis dulu beberapa hal terkait emiten yang akan dibeli sahamnya. Terdapat banyak rasio yang harus dianalisis, diantaranya adalah return of investment (ROI) dan return of equity (ROE).
“Selain itu, yang paling penting ketika membeli saham perusahaan adalah mempertimbangkan future value (nilai atau potensi perusahaan di masa depan),” jelasnya.
Terakhir yakni perbanyak belajar, dan membaca. Wisudanto mengungkapkan bahwa hal yang paling berharga adalah waktu.
Maka ketika masih muda investasikan waktu untuk masa depan yang lebih baik. Manfaatkan waktu dengan baik, dengan banyak membaca untuk bekal dimasa mendatang.
“Manfaatkan waktu yang sekarang dimiliki, usia tidak akan kembali lagi, banyak belajar, banyak membaca khususnya hukum-hukum Allah untuk kemaslahatan umat dimasa mendatang adalah investasi yang paling berharga,” tutupnya.

Tags: