Emiten-Dividen

Musim ini Emiten yang menebarkan dividen masih berlanjut di bursa. Setidaknya masih ada enam emiten yang bakal cum date dividend pada pekan depan. Pertama ada PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) yang akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 513 per saham kepada para pemegang saham. Nilai tersebut merepresentasikan 50% dari laba bersih emiten ini pada tahun 2020.

Selanjutnya, ada emiten produsen komponen sekaligus distributor mobil PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) juga akan membagikan dividen sebesar Rp 15,97 miliar atau Rp 6,5 per saham.

Kemudian ada emiten Pelayaran PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) memutuskan untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2020 sebesar Rp 32,7 miliar atau setara Rp 10 per saham.

PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) juga memutuskan untuk membagikan dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2020 dengan jumlah yang dibagikan sebesar Rp 60 per saham. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) pun menyetujui agenda pembagian dividen senilai Rp 15,11 per saham. Selain itu ada ada PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) yang akan membagikan Rp 5 per saham dan PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG) yang bakal membagikan dividen Rp 50 per saham.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menilai, pembagian dividen AMAG, ADMF, dan TSPC menjadi menarik karena dividend yield cukup tinggi. Meski demikian dia bilang investor perlu hati-hati karena risiko saham turun setelah cum date atau ex date juga tinggi seiring potensi yield yang didapat.

Lebih lanjut dia memandang saham AMAG dan ADMF saat ini memiliki prospek yang bagus. “Karena tren harganya juga dalam tren kenaikan untuk AMAG dan ADMF. Untuk TSPC masih cenderung sideways tapi ada peluang kembali menguat untuk menjadi tren kenaikan,” ungkap Sukarno, Minggu (4/7).

Sukarno menambahkan, dalam memburu saham-saham emiten pembagi dividen, pelaku pasar bisa memperhatikan yield dividen dan seberapa besar rasio payout atawa pembayaran dividen terhadap laba yang diberikan emiten. Kemudian investor juga harus paham risiko penurunan pada setelah cum date.

Namun, jika suatu saham memiliki fundamental yang bagus maka penurunan saham tersebut bisa kembali lagi naik, walaupun menunggu waktu yang cukup lama. Sehingga hal ini tak menjadi masalah untuk investor jangka panjang.

Sementara secara keseluruhan, Sukarno menyatakan saham SMDR, IGAR, dan AMAG menarik untuk dicermati. Pasalnya dilihat dari segi valuasinya juga tergolong rendah, rasio PE masih di bawah 10 kali dan rasio PBV di bawah 1 kali.

“Selain itu, kinerjanya juga berhasil tumbuh di kuartal pertama 2021. Prospek bisnis IGAR juga bagus seiring kebutuhan kemasan industri farmasi yang meningkat di tengah pendemi ini, pemulihan ekonomi global yang tercermin dengan meningkatnya permintaan pelayaran peti kemas internasional juga menguntungkan SMDR, dan meningkatnya tren rasio profit margin untuk AMAG,” paparnya.

Sebagai strategi jangka pendek, dia menyarankan pelaku pasar untuk wait and see lebih dulu saham-saham tersebut menunggu momentum teknikal kembali ada sinyal buy kembali. Karena untuk saat ini belum ada sinyal-sinyal yang jelas untuk kembali menguat.

Tags: