(BBCA) – Saham emiten bank milik Grup Djarum PT Bank Central Asia Tbk menguat pada awal perdagangan hari ini, Selasa (12/10/2021), didorong oleh aksi beli bersih yang dilakukan oleh investor asing. Sesaat sebelum pembukaan pasar tadi pagi, saham BBCA sempat menyentuh Rp 36.500/saham, atau 225 poin dari level tertinggi sepanjang masa.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.23 WIB, saham BBCA terkerek naik 0,55% ke Rp 36.475/saham dengan nilai transaksi Rp 177,42 miliar dan volume perdagangan sebesar 3,97 juta saham.

Di tengah kenaikan saham BBCA, investor asing melakukan beli bersih Rp 28,67 miliar di pasar reguler, salah satu yang terbesar di bursa.

Dengan ini, saham BBCA naik 4,82% dalam sepekan dan melesat 11,31% dalam sebulan, sementara secara year to date (ytd) melejit 7,61%.

Nilai kapitalisasi pasar saham BBCA mencapai Rp 898,06 triliun, menjadi yang terbesar di bursa saat ini.

Dengan harga Rp 36.450/saham saat ini, harga saham BBCA berada di posisi kedua dari level tertinggi sepanjang masa. Posisi ini lebih tinggi dari posisi pada Jumat (8/10) pekan lalu ketika harga saham BBCA ditutup di posisi Rp 36.450/saham.

Adapun, level tertinggi sepanjang masa saham BBCA diraih pada 11 Januari 2021 ketika saham ini ditutup di posisi Rp 36.725/saham. Kala itu, harga saham BBCA bahkan sempat di Rp 36.800/saham.

Kabar terbaru, BBCA bakal melaksanakan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5 yang ditargetkan akan rampung pada Oktober tahun ini.

Berdasarkan informasi yang disampaikan manajemen BBCA di laman BEI, akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi pada Selasa ini, 12 Oktober 2021.

Kemudian, awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 13 Oktober. Tanggal penentuan pemegang saham yang berhak atas hasil Stock Split (Recording Date) 14 Oktober.

Sebelumnya, aksi korporasi tersebut telah mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan, Kamis (23/9/2021).

RUPSLB tersebut memberikan persetujuan atas aksi korporasi stock split dengan rasio 1:5 (1 saham yang ada saat ini dipecah menjadi 5 saham baru). Nilai nominal per saham BBCA saat ini adalah Rp 62,5, sedangkan nilai nominal per saham BBCA setelah stock split akan menjadi sebesar Rp 12,5.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja menyampaikan, perseroan melihat bahwa investor ritel termasuk investor muda di pasar modal Indonesia memiliki ketertarikan yang kuat untuk berinvestasi saham BBCA.

Sumber

Baca juga: BBCA Masuk Rekomendasi Dua Sekuritas, Bagaimana Pergerakannnya?