PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Jamkrindo Syariah (Jamsyar). Kerja sama ini terkait penjaminan (Kafalah) pembiayaan kepemilikan emas.

Bank Syariah Indonesia Gandeng Jamkrindo Syariah

Kerjasama ini dilakukan demi mendukung pertumbuhan bisnis syariah serta meningkatkan layanan prima perbankan. Direktur Retail Banking BRIS, Kokok Alun Akbar, mengatakan kerja sama antara BSI dan Jamsyar ini akan semakin memperkuat produk-produk yang dimiliki BSI.

Poduk-produk yang dimaksud tersebut termasuk cicilan emas yang saat ini termasuk salah satu produk yang sangat diminati. BSI berharap kerja sama ini akan semakin memperluas jangkuan layanan yang dapat diterima oleh nasabah di seluruh Indonesia.

BRIS, memberikan kemudahan pada nasabah dalam pembiayaan kepemilikan emas. Kemudahan tersebut seperti cicilan ringan, jangka waktu angsuran fleksibel, angsuran dengan nominal tetap serta pastinya aman.

Jenis emas yang dapat dibeli melalui cicil emas BSI berupa emas lantakan atau batangan. Jumlah tersebut memiliki syarat dengan minimal jumlah gram yang dapat dibeli pada 10 gram serta maksimal 250 gram.

Produk Cicil Emas BSI sangat diminati oleh nasabah dengan tenor cicilan yang fleksibel Hal ini disebabkan cicilan dengan pilihan tenor mulai dari 12 bulan sampai dengan maksimal 60 bulan. Sedangkan untuk uang muka atau DP minimal adalah 20 persen dari harga emas yang dibiayai.

Kerja Sama Menguntungkan Dua Pihak

Sementara itu, Kepala Divisi I PT Penjaminan Jamkrindo Syariah, Ari Perdana Gandhi, mengatakan bahwa penandatanganan ini adalah wujud Jamsyar dan BSI untuk terus berinovasi dan mendorong pergerakan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

Melalui jalinan hubungan kemitraan Jamsyar dan BSI kedua pihak berharap dapat saling melengkapi dan menciptakan solusi kreatif. Hal tersebut dibutuhkan untuk menjawab seluruh pemenuhan nilai-nilai kebutuhan masyarakat dan terjamin Jamsyar.

Baca juga: Saham BUMI Bergerak Naik, Diprediksi Terus Menguat

Produk yang dijadikan dasar dalam kerja sama ini merupakan produk cicilan emas BSI. Hal ini disebabkan produk dapat memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk dapat memiliki logam mulia (LM).

Kerja sama ini sebagaimana Fatwa DSN MUI (Majelis Ulama Indonesia) Nomor 77/DSN-MUI/VI/2020 tentang Jual-Beli Emas secara Tidak Tunai. Fatwa menyebutkan bahwa hukum jual beli emas secara tidak tunai adalah boleh selama emas tidak menjadi alat tukar menukar yang resmi. Sehingga semua kerja sama dan transaksi dilakukan secara halal.

Sumber: IPOT News

Tags: