PT Bank Panin Tbk (PNBN) baru saja melepas beberapa sahamnya kepada publik sehingga meningkatkan jumlah saham beredarnya. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi peraturan dari Bursa Efek Indonesia mengenai jumlah saham beredar.

PT Bank Panin Tbk Tambah Jumlah Saham Beredar

Bank Panin menjual 890.500.000 atau 890,50 juta saham PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS). Hal ini untuk meningkatkan kepemilikan saham publik.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 16 Maret 2020, PT Bank Panin Tbk menyampaikan telah melepas 890.500.000 lembar saham PNBS pada 1-4 Maret 2021.

Perseroan tidak menyampaikan harga transaksi dalam rangka penjualan saham tersebut. Penjualan saham PNBS tersebut untuk memenuhi Peraturan Nomor I-A tentang pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas selain saham yang diterbitkan oleh perusahaan tercatat.

Baca juga: Harga CPO Naik, Saham Ini Direkomendasi oleh Analis

Untuk meningkatkan porsi kepemilikan saham publik pada PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk sesuai Peraturan Nomor I-1 tentang pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas selain saham yang diterbitkan oleh perusahaan tercatat. Pernyataan tersebut dikutip dari keterbukaan informasi BEI, yang ditegaskan Direktur Utama PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk Bratha dan Direktur PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk Budi Prakoso.

Jumlah kepemilikan saham setelah transaksi 26.251.527.033 lembar saham atau 67,63 persen dari semula 69,93 persen atau 27,14 miliar saham. Dengan pelepasan saham tersebut, jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham bukan pengendali dan pemegang saham utama menjadi 7,6 persen atau 2,94 miliar saham.

Untuk Memenuhi Peraturan Free Float

Pernyataan tersebut ditegaskan untuk memenuhi peraturan saham beredar di publik atau free float oleh Bursa Efek Indonesia. Saat ini peraturan BEI mewajibkan emiten untuk memiliki jumlah saham beredar sebesar 7,5% atau lebih dari keseluruhan saham.

Nampaknya, pelepasan saham ini juga akan memberikan dampak positif kepada pergerakan harga saham PNBS. Hal ini disebabkan dengan bertambahnya jumlah saham beredar, maka ada kemungkinan terjadi peningkatan dalam volume transaksi.

Selain itu dengan kondisi yang masih terlihat positif, nampaknya volume yang berpotensi naik juga akan membuahkan hal positif. Sehingga dengan naiknya volume perdagangan tersebut kemungkinan akan terjadi dorongan beli yang akan meningkatkan harga beli.

Dilansir dari Liputan 6

Tags: