PT Anugrah Cakrawala Dunia sukses melakukan backdoor listing dan terlihat menguasai 69,7% saham PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS). Semua terjadi setelah memborong saham direktur utama dan komisaris perseroan.

Anugrah Cakrawala Dunia Listing Murah

Aksi akuisisi perusahaan tertutup terhadap perusahaan terbuka (Tbk) itu hanya membutuhkan dana Rp 14,99 miliar. Manajemen Agro Yasa Lestari menjelaskan, Anugrah Cakrawala Dunia membeli 35% saham milik Akam.

Selain itu, 34,7% saham dimiliki Hidayat Winardi seharga Rp 25,22 per saham atau senilai total Rp 14,99 miliar pada 25 Februari 2021. Akam dan Hidayat Winardi merupakan pemegang saham pengendali Agro Yasa Lestari.

Keduanya masing-masing berstatus sebagai direktur utama dan komisaris. Akam melepas seluruh kepemilikannya (298,38 juta unit saham). Begitu pula Hidayat Winardi (296,34 juta unit saham).

Tujuan transaksi adalah pengambilalihan oleh PT Anugrah Cakrawala Dunia sebanyak 594,72 juta unit saham. Saham itu mewakili 69,7% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan PT Agro Yasa Lestari Tbk, dengan status kepemilikan langsung.

PT Anugrah Cakrawala Dunia disebut-sebut sebagai perusahaan perdagangan. Sejauh ini Investor Daily belum memperoleh informasi rinci seputar perusahaan yang belum memiliki laman lengkap.

Informasi Saham AYLS

Pada tampilan data BEI, kemarin, Selasa 10 Maret 2021, kepemilikan saham PT Agro Yasa Lestari Tbk belum berubah. Kepemilikan Akam masih sebanyak 298,38 juta unit (34,96%), Hidayat Winardi sebanyak 296,34 juta unit (34,72%), dan masyarakat (free float) sebanyak 258,70 juta unit (30,32%).

Informasi lain menyebutkan, PT Anugrah Cakrawala Dunia segera menggelar penawaran wajib (tender offer). Berdasarkan data BEI, PT Agro Yasa Lestari Tbk listing perdana pada 12 Februari 2020 di papan pengembangan. Perseroan menggeluti bisnis perdagangan aspal, geosintetik, dan bungkil kedelai (soya beans meal).

Baca juga: Saham INCO Turun Terus, Tapi Ada Sentimen Positif Nih!

Saham AYLS memiliki price to earning ratio (PER) -8,47 kali, price to book value (PBV) 0,80 kali, dan market cap Rp 42,6 miliar. Dalam laporan keuangan yang dalam jangka satu tahun (annualized) , Agro Yasa Lestari pada 2020 merugi Rp 5 miliar.

Saat ini AYLS layak untuk mulai diperhatikan akibat masih terkesan murah untuk potensinya. Bersama pemulihan IHSG kemungkinan besar saham ini akan mulai naik bersama tersebarnya kabar listing ini.

Tags: