Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebut anak perusahaan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) Tbk atau Inalum akan melantai di bursa saham. Dikabarkan bahwa salah satu anak usaha ini akan melaksanakan IPO pada tahun 2022.

Anak Usaha Inalum IPO 2022

Arya tidak berkenan untuk menyebutkan anak perusahaan mana yang dimaksud akan melaksanakan IPO. Tetapi bila melihat situs Inalum, satu-satunya anak perusahaan holding pertambangan yang belum melantai ialah PT Freeport Indonesia.

Perusahaan tambang negara yang lain seperti Aneka Tambang (ANTM), Bukit Asam (PTBA), PT Timah (TINS), dan Vale Indonesia (INCO) telah lebih dulu menjadi emiten pasar modal. Sehingga memperbesar kemungkinan bahwa Freeport adalah anak usaha yang akan melaksanakan IPO.

Arya menyebut anak usaha yang akan ‘dijual’ ke publik ini nantinya akan menjadi perantara antara Antam dan Inalum. Kedua perusahaan tersebut saat ini masing-masing memegang peran di hulu dan hilir industri baterai mobil listrik.

Selain rencana tersebut, ia menyebut Kementerian BUMN juga tengah merancang dua usaha kongsi (joint venture) antara PT Pertamina (Persero) dan Inalum. Selain itu usaha kongsi juga dilakukan dengan melibatkan PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).

Fokus Tertuju ke Industri Baterai Mobil Listrik

Usaha kongsi ini dibuat demi memastikan industri baterai mobil listrik mampu beroperasi secara maksimal. Caranya adalah dengan memastikan efisiensi dari menambang sumber daya alam hingga mendistribusikan barang jadi di pasar.

Arya yakin kerja sama ini akan terus memikat banyak perusahaan internasional untuk masuk menjadi pembeli bahkan berinvestasi di Indonesia. Ia yakin kalau LG, perusahaan China, dan Tesla akan masuk ke Indonesia karena masa depan industri ini yang sudah dikuasai Inalum bersama anak usahanya.

Baca juga: UNVR Naik Setelah Sentimen Vaksin, Namun Terkoreksi Dahulu

Karena itu, Arya menyebut wajar jika saham-saham pertambangan BUMN mengalami kenaikan signifikan. Hal ini karena saham-saham tersebut akan dipicu oleh sentimen pembangunan industri baterai mobil listrik.

Terkait kerja sama dan apresiasi sentimen positif ini, ia menyebut saham ANTM yang paling diuntungkan. Dalam 6 bulan terakhir, terpantau saham ini naik secara signifikan bahkan menghidupkan pergerakannya yang sebelumnya terlihat stagnan beberapa bulan.

Dilansir dari CNN Indonesia

Tags: