Amerika meresmikan dana stimulus sebesar $900 Miliar yang nampaknya berasal dari salah satu rencana kebijakan fiskal ekspansif. Dana tersebut merupakan hasil persetujuan dari pemerintah yang sebelumnya terpecah dalam keputusan.

Amerika Meresmikan Dana Stimulus

Setelah sebelumnya mengalami stagnasi dalam diskusi dana stimulus, pemerintah Amerika akhirnya setuju untuk menggelontorkan dana stimulus. Dana yang dikeluarkan dikabarkan mencapai $900 Miliar yang merupakan jumlah relatif kecil dibandingkan dana pertama yang mencapai $2,2 Triliun.

Namun dana ini terlihat memiliki dampak positif terhadap Dolar Amerika akibat nilainya yang terlihat naik sejak kabar kemarin. Dana ini dikabarkan juga akan terfokus untuk membantu korban covid-19 dan pihak yang terdampak secara ekonomi.

Dana stimulus ini menjadi dorongan pertama untuk pertumbuhan perekonomian Amerika yang nampaknya masih terus tertekan covid-19. Tetapi langkah ini merupakan langkah positif mengingat sebelumnya sangat sulit untuk mendapatkan dana stimulus kedua.

Kesulitan tersebut sumber utamanya berasal dari Donald Trump yang nampaknya sangat menjaga nilai Dolar Amerika. Akibatnya beliau tidak setuju dengan adanya dana stimulus kembali akibat beliau rasa stimulus pertama sudah cukup.

Namun, lama-kelamaan beliau setuju walau jumlahnya tidak sebesar dana stimulus pertama. Sehingga saat ini harapan ke depannya adalah dana stimulus ini dapat membantu perekonomian untuk terus maju.

Dampak Terhadap Dolar Amerika

Sisi yang membuat mayoritas pasar bingung adalah apresiasi dari Dolar Amerika yang terjadi justru setelah dana stimulus diresmikan. Hal ini disebabkan seharusnya dengan bertambahnya jumlah uang beredar, nilai Dolar Amerika akan terus tergerus.

Namun nampaknya dengan ketidakpastian perekonomian yang mulai naik bersama covid-19 yang bermutasi untuk lebih menghambat ruang gerak manusia, Dolar Amerika mulai dituju kembali.

Baca juga: Brexit Tidak Kondusif, Lewat Tenggat Waktu Akibat Perikanan

Hasilnya aliran dana ke Dolar Amerika mulai naik kembali dan nilai Dolar Amerika sudah terlihat naik sejak kemarin. Apresiasi ini juga kemungkinan datang dari sentimen positif yang diberikan oleh dana stimulus yang diharapkan dapat mendorong perekonomian lebih maju ke depannya.

Oleh karena itu, terdapat kemungkinan bahwa Dolar Amerika akan kembali dituju terutama mengingat banyak kejanggalan dari vaksin pada saat uji coba. Jika persepsi tersebut tumbuh kembali, ada kemungkinan seluruh aset berisiko akan kembali terdepresiasi namun Dolar Amerika akan berjaya kembali.

Tags: