Pada sesi pertama perdagangan hari ini, IHSG dibuat turun akibat adanya kabar bahwa Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meminta Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, untuk memperketat kembali PSBB. Namun beberapa saat kemudian terdapat klarifikasi yang membuat pasar kembali tertutup naik.

Alarm Palsu! IHSG Rebound

Dilansir dari CNBC Indonesia, pada pagi ini terdapat kabar bahwa ada kemungkinan akan terjadi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) kembali. Faktor ini nampaknya menjadi salah satu penyebab penurunan IHSG pada sesi pertama hari ini.

Penurunan ini terlihat sangat tajam akibat dari pergerakannya yang sekali lagi menolak untuk bertahan di atas Rp 6.000. Namun, setelah itu, pada sesi perdagangan kedua, terlihat bahwa IHSG mengalami apresiasi kembali.

Hal ini disebabkan adanya kabar berikutnya dari CNBC Indonesia yang mempublikasi bahwa telah ada klarifikasi mengenai pernyataan tersebut. Klarifikasi datang dari juru bicara Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi.

Klarifikasi tersebut berisi pernyataan bahwa yang dimaksud Luhut bukan penerapan PSBB kembali. Namun, pernyataan tersebut hanyalah peringatan untuk tetap menegaskan untuk patuh terhadap protokol kesehatan saat masa liburan ini.

Hasilnya IHSG kembali naik pada perdagangan sesi kedua yang membawanya kembali di atas Rp 6.000. Saat ini, IHSG berhasil tertutup di Rp 6.010 dan terlihat membentuk candlestick bullish hammer.

Kemungkinan ke Depan

Kemungkinan dengan terbentuknya pola candlestick ini, ke depannya pergerakan akan terus naik walau hammer yang terbentuk sangat tipis. Hal ini disebabkan umumnya candlestick ini menjadi pertanda mulainya apresiasi, dan mengingat IHSG tertutup di atas Rp 6.000 kemungkinan ke depannya pergerakan akan terus naik.

Namun, saat ini masih belum jelas apakah benar fluktuasi hari ini terjadi hanya karena sentimen tersebut. Tetapi mayoritas pasar menganggap bahwa pernyataan tersebut adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi.

Baca juga: INDY Diprediksi Terus Naik Bersama Pemulihan Batu Bara

Sayangnya pergerakan ini juga memperlihatkan bagaimana rentannya pasar saham terhadap sentimen terutama dari pihak pemerintah. Hal ini disebabkan setelah pernyataan tersebut IHSG turun sekitar 0,5% yang mayoritas juga didorong dari tekanan jual investor asing.

Namun, secara garis besar kemungkinan besar jika tidak ada sentimen yang menyebabkan  depresiasi, IHSG akan relatif naik. Hal ini disebabkan sedang positifnya kondisi di sekitar IHSG yang juga menyebabkan kembali ditembusnya Rp 6.000.

Tags: