Saham dari Indika Energy (INDY) diprediksi akan terus mengalami apresiasi akibat dari sentimen harga batu bara yang terus naik. Kenaikan harga batu bara ini menjadi sentimen positif akibat juga mencerminkan kondisi permintaan yang terus naik bersama pemulihan perekonomian.

INDY Diprediksi Terus Naik

PT Indika Energy Tbk., merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang bergerak dalam bidang energi. Hal tersebut berarti INDY juga bergerak di bidang batu bara, mengingat batu bara adalah salah satu sumber energi terbesar di Indonesia.

Oleh karena itu, sentimen yang diberikan batu bara kepada INDY juga terlihat cukup signifikan, akibat pergerakan harganya yang tercermin hingga hari ini. Namun, sebelumnya, layaknya saham energi lainnya, INDY juga mengalami depresiasi yang cukup signifikan.

Terdapat korelasi yang cukup kuat antara harga batu bara dan beberapa saham energi seperti INDY yang terlihat terjadi hingga saat ini. Saat harga batu bara naik beberapa saham energi naik, dan juga sebaliknya.

Baca juga: Window Dressing Perusahaan, Apa Maksudnya?

Oleh karena itu, kemungkinan dengan terus bergerak naiknya harga batu bara, ke depannya saham INDY juga akan terus naik. Hingga saat ini mayoritas harga batu bara telah terlihat terus naik hingga hampir menyentuh 30%.

Apresiasi ini membuat kepercayaan kembali pada sektor energi yang sebelumnya telah turun akibat kondisi covid-19 dan ketidakstabilan politik. Ke depannya, kemungkinan harga ini akan terus naik dan memberikan dampak yang cukup signifikan akibat juga menjadi pertanda pemulihan konsumen.

Analisis Teknikal

Hingga saat ini, saham masih terus bergerak kuat naik secara signifikan akibat banyaknya sentimen positif. Namun, apresiasi ini nampaknya akan berdampak pada koreksi dalam jangka pendek akibat apresiasinya yang sudah cukup signifikan.

Pergerakan Harian INDY

Dapat dilihat bahwa pergerakan masih terus naik, namun terdapat divergence dalam Indikator RSI yang menandakan potensi koreksi. Selain itu, RSI dan MACD juga menunjukkan tanda pergerakan di zona overbought yang menandakan dorongan beli sudah berlebihan.

Bersama Indikator MACD yang memperlihatkan bahwa volume beli juga sudah mulai turun, kemungkinan besar akan terjadi koreksi. Koreksi ini kemungkinan akan menjadi pergerakan yang dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan sebelum harga turun dan naik kembali.

Kemungkinan tujuan selanjutnya berada pada Rp 1.845 sebelum menyentuh Rp 1.695 sebelum berhasil naik kembali. Jika berhasil naik kembali, tujuan selanjutnya kemungkinan besar berada pada Rp 2.210 bersama dengan sentimen positif di sekitarnya.

Tags: