Data inflasi Jepang baru saja dipublikasi dan memperlihatkan kondisi yang membaik akibat mengalami apresiasi. Hal tersebut berpotensi menjadi pertanda bahwa perekonomian Jepang mulai mengalami pemulihan.

Jepang Mengalami Apresiasi Inflasi

Data Inflasi Jepang mengalami apresiasi dari -0,2% menjadi -0,1% yang menandakan bahwa perekonomian Jepang mulai bergerak kembali. Uang yang beredar dalam jumlah yang naik, membuktikan bahwa masyarakat mulai rela untuk kembali mengeluarkan dananya.

Hal tersebut menjadi tanda bahwa ke depannya kemungkinan besar Jepang mulai berhasil pulih dari dampak perekonomian dari Covid-19. Saat ini Covid-19 di Jepang masih mengalami pergerakan naik dalam angka positif yang kemungkinan terjadi akibat mulai bergeraknya ekonomi.

Oleh karena itu, saat ini nampaknya pemerintah dihadapi oleh dua pilihan yang bertolak belakang, namun terlihat bahwa data perekonomian mulai membaik. Kemungkinan besar dengan data pemulihan ini, pasar keuangan akan melihat kondisi ini sebagai pemulihan untuk Jepang.

Sehingga, data ini dapat menjadi pendorong untuk Yen Jepang yang kemungkinan akan mengalami apresiasi dalam beberapa hari ke depan. Apresiasi ini akan terlihat terutama terhadap Dolar Amerika yang merupakan mata uang yang paling likuid.

USDJPY Diprediksi Turun

Kemungkinan besar melihat USDJPY yang sudah bergerak turun dalam beberapa pekan terakhir, kabar ini dapat membuat sentimen untuk turun lebih lanjut. Namun, kemungkinan dalam jangka panjang, jika JPY terus mengalami apresiasi inflasi, nilainya dapat turun.

Dalam jangka pendek, kemungkinan besar depresiasi akan terus berlanjut hingga batas bawahnya saat ini. Jika ditembus, depresiasi dapat berlanjut hingga batas bawah pada nilai tukar terendah di sekitar Bulan Maret 2020.

Baca juga: ATM Crypto Mengadopsi Kegunaan ZCash! Memiliki Potensi Apresiasi

Untuk saat ini, batas bawah yang harus ditembus berada di sekitar 107.890 yang jika ditembus dapat melanjutkan depresiasi Dolar Amerika terhadap Yen Jepang. Melihat Indikator MACD dan RSI yang masih berada di zona beli, kemungkinan koreksi masih akan berlanjut.

Selain itu, saat ini MA Cross juga masih berada di atas nilai tukar yang menandakan belum adanya potensi untuk mengalami putar balik arah. Ke depannya kemungkinan besar depresiasi akan berlanjut hingga ada sentimen positif dari Dolar Amerika.

Tags: