USDIDR pasangan mata uang Dolar Amerika dan Rupiah, masih terjebak dalam fase konsolidasi terutama sejak penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia. Konsolidasi ini nampaknya masih akan terus terjadi akibat intervensi nilai tukar oleh bank sentral dan dorongan kebijakan ekspansif Indonesia.

USDIDR Konsolidasi

Rupiah (IDR) nampaknya mulai melemah terhadap Dolar Amerika (USD) akibat penetapan kebijakan ekspansif moneter oleh Bank Indonesia. Kebijakan ini adalah penurunan suku bunga acuan dari 4% selama 4 bulan menjadi 3,75% pada Bulan November.

Hasil dari kebijakan ini nampaknya terlihat efektif akibat data inflasi Indonesia terlihat naik yang berarti uang beredar telah berhasil bertambah. Sehingga, data tersebut dapat menjadi pertanda bahwa pergerakan roda ekonomi mulai meningkat dalam temponya.

Namun, hal tersebut berarti nilai Rupiah akan turun akibat jumlahnya yang bertambah. Depresiasi Rupiah ini terlihat jelas terutama terhadap Dolar Amerika yang nampaknya juga sedang mengalami depresiasi terhadap mata uang lainnya.

Seharusnya, Rupiah sedang mengalami apresiasi terhadap Dolar Amerika yang terjadi secara signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Tetapi, nampaknya apresiasi tersebut dinilai berlebihan akibat adanya intervensi melalui kebijakan ekspansif oleh bank sentral.

Baca juga: Inflasi Indonesia Naik! Pertanda Perekonomian Bergerak Pulih

Walau tidak dinyatakan, kebijakan ekspansif moneter tersebut adalah salah satu cara bank sentral untuk menjaga agar nilai Rupiah tidak terlalu mahal. Hal ini disebabkan jika terlalu mahal, perekonomian justru dapat terhambat akibat barang di Indonesia yang dinilai terlalu mahal oleh pembeli internasional.

Sehingga, walau tujuannya adalah untuk mendorong perekonomian dari dampak covid-19, kebijakan tersebut juga ditetapkan untuk menjaga nilai Rupiah. Oleh karena itu, dengan USD dan IDR yang sedang turun, konsolidasi nampaknya akan terus terjadi dalam nilai tukar pasangan mata uang ini.

Sisi Teknikal Mendukung

Jika dilihat dari pergerakan nilai tukar pada grafik harian, konsolidasi ini nampaknya akan terus terjadi dalam jangka waktu dekat ini. Hal ini disebabkan belum adanya potensi pergerakan yang jelas akibat dua batas utama yang belum di tembus.

Pergerakan Harian USDIDR

Namun, saat ini nampaknya pergerakan sedang ingin menuju ke atas akibat terbentuk pola tweezer bottom yang diikuti candlestick hijau pada 3 hari yang lalu. Selain itu, Indikator MACD juga menandakan apresiasi bersama RSI yang masih netral di zona jual.

Oleh karena itu, kemungkinan tujuan selanjutnya berada pada 14.221 yang merupakan batas atas konsolidasi saat ini. Jika berhasil dilewati, kemungkinan besar pergerakan akan terus naik ke atas.

Tetapi, jika ternyata gagal untuk ditembus, kemungkinan pergerakan akan kembali berkonsolidasi dan kemungkinan menuju batas bawah. Saat ini, batas bawah utama konsolidasi berada pada 14.069 yang jika ditembus dapat melanjutkan apresiasi dari Rupiah.

Tags: