unsplash.com/@ystallonne

USD Kian Melemah, Fed “Inflasi Sementara”

Pada pukul 15.03 WIB, Indeks Dolar AS terus melemah 0,27% ke 89,597 menurut data Investing.com.

Dilansir langsung dari Investing.com dolar Amerika Serikat lanjut melemah pada Selasa (25/05). Hal ini didasari atas komentar pejabat Federal Reserve AS yang mengatakan terkait potensi kenaikan inflasi.

Lebih lanjut, Pejabat Federal Reserve AS,  Gubernur Lael Brainard, Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic, dan Presiden Fed St.Louis James Bullard, menegaskan bahwa setiap kemunculan inflasi bersifat sementara. Bullard mengatakan tentang mengubah parameter kebijakan moneter, ia pun menambahkan kebijakan moneter tidak harus dilakukan ketika masa pandemi.

Baca juga: USD Melemah, Efek Pembicaraan “Tapering” Fed?

Sementara,  Indeks Aktivitas Nasional AS Fed Chicago, yang dirilis pada hari Senin, dirilis sebesar 0,24 yang lebih rendah dari perkiraan pada bulan April, mengurangi kekhawatiran investor tentang perubahan kebijakan moneter dovish Fed. Sumber dari Reuters juga mengatakan, pasar tampaknya mendekati narasi Fed bahwa ledakan inflasi hanya mungkin terjadi sementara.

Investor sekarang fokus pada bagaimana inflasi akan berdampak pada keputusan kebijakan bank sentral ke depan.

Indeks dolar AS masih bergerak turun 0,14% ke 89,713 pukul 13.19 WIB menurut data Investing.com.

USD/JPY turun tipis 0,01% di 108,73. Jepang berencana untuk memperpanjang status keadaan daruratnya karena jumlah kasus COVID-19 di negara itu kian mengalami peningkatan. Departemen Luar Negeri AS pun menaikkan status peringatan perjalanannya ke Jepang menjadi level empat.

Sedangkan, rupiah beranjak turun 0,15% ke 14.329,0 per dolar AS hingga pukul 13.34 WIB.

Rupiah turun 1,1% pekan lalu, penurunan terbesar sejak Februari, di tengah sinyal baru bahwa Federal Reserve AS dapat mulai mempertimbangkan pelonggaran stimulus tahun ini, yang telah menekan pasar negara berkembang.

AUD/USD naik 0,21%  ke 0,7769 pukul 13.25 WIB. Melbourne telah membatasi pertemuan di kota terbesar kedua di Australia karena harus menangani wabah COVID-19 terbaru.

NZD/USD naik 0,25% di 0,7233. Reserve Bank of New Zealand akan mengumumkan keputusan kebijakannya pada hari Rabu. Beberapa investor sudah memperkirakan bank sentral itu kemungkinan mulai memproyeksikan kenaikan suku bunga.

 USD/CNY turun 0,21% di 6,4042 pukul 13.28 WIB dan GBP/USD naik 0,23% di 1,4187.

Baca juga: The Fed Menjaga Suku Bunga Pada 0,25%, Dolar Amerika Terus Turun!

Tags: