Ditopang oleh kinerja 2020 yang berhasil mencetak laba bersih signifikan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2020. Keputusan pembagian dividen diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Kamis 15 April 2021.

Pembagian Dividen TPIA

Sebagai informasi, laba bersih tahun berjalan yang dibagikan ke entitas induk TPIA sepanjang 2020 melejit 124,4% secara tahunan. Angka tersebut merupakan apresiasi dari Rp331,2 Miliar menjadi Rp745,94 Miliar.

Melansir KONTAN, dalam RUPS Tahunan ini, telah disetujui pembagian dividen tunai sebesar 75% dari laba tahun buku 2020. Secara keseluruhan dividen tersebut akan bernilai sebesar Rp559,28 Miliar.

Berdasarkan data RTI, jumlah saham TPIA yang beredar per 31 Maret 2021 mencapai 17.833.520.260 unit. Dengan begitu, dividen tunai yang akan dibagikan tersebut setara dengan Rp31,36 per saham.

Harga saham TPIA, dengan asumsi kurs Rp14.500 per Dolar Amerika Serikat, memiliki yield dividen tunai sebesar 0,29%. Hingga saat ini belum terdapat jadwal resmi dan kepastian berikutnya mengenai waktu pembagian dividen.

Kondisi Keuangan Perusahaan

Melansir Bisnis, berdasarkan laporan keuangan perseroan, TPIA mencatatkan pertumbuhan aset sekitar 4,1% menjadi Rp52,15 Triliun pada akhir 2020. Angka ini lebih baik dibandingkan dengan posisi akhir 2019 sebesar Rp50,11 Triliun.

Selain didukung kenaikan kas bersih dari operasi, pertumbuhan aset didukung penerimaan dari penerbitan obligasi Rupiah pada 2020 sejumlah Rp2,38 Triliun. Namun, hal itu diimbangin dengan pembayaran penuh dimuka pada Juli 2020 sebesar Rp1,81 Triliun dari pinjaman jangka panjang.

Baca juga: Smartfren Telecom Laksanakan Rights Issue, Tidak Semua Terlibat

Pinjaman jangka panjang oleh Chandra Asri yang dijamin dengan pokok awal Rp2,9 Triliun tersebut akan jatuh tempo pada tahun 2023. Pelunasan juga akan terjadi terhadap pembelian kembali sebesar Rp348,64 dari obligasi valas di pasar terbuka, dan pelunasan Obligasi Rupiah untuk PUB 1 Tahap I-2017 Seri A sebesar Rp150 miliar.

Sejalan dengan itu, piutang usaha perseroan juga tercatat lebih rendah yang dinilai sebagai bagian dari fokus perseroan untuk mengoptimalkan modal. Saat ini kondisi TPIA masih tergolong relatif positif, sehingga ke depannya kemungkinan akan terjadi pemulihan terhadap sahamnya.

Sayangnya saat ini saham TPIA masih terus bergerak turun sejak awal April 2021. Tetapi, kemungkinan jika jadwal dividen resmi dipublikasi, dorongan beli akan mulai kembali.

Tags: