Guna mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Papua, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) meningkatkan porsi investasi.  Kenaikan jumlah investasi tersebut seiring dengan tingginya pertumbuhan pasar di wilayah tersebut.

Telkom Investasi di Papua

Porsi investasi yang dianggarkan Telkom di Papua, menurut Aris Dwi Tjahjanto,memang paling besar dibanding wilayah lainnya di Indonesia.”Pertumbuhan yang tinggi di satu lokasi akan memicu investasi yang tinggi juga, termasuk di Papua,” ucapnya.

Secara konektivitas dan infrastruktur, Telkom baik secara mandiri maupun berkolaborasi dengan pemerintah dan pihak lainnya. Di sisi lain, melalui layanan fixed broad band unggulan milik Telkom, IndiHome menghadirkan akses internet serta beragam kegiatan.

Hal ini dilakukan untuk mendukung aktivitas, kreativitas, dan produktivitas, khususnya masyarakat Papua bertajuk IndiHome Wonderful Papua. Program IndiHome Wonderful Papua diawali dengan peresmian 10 Wifi Corner (WiCo) di beberapa kota di Papua.

Baca juga: Saham Unilever Stagnan 5 Tahun, Ini Penyebabnya

Kehadiran WiCo di Papua ini merupakan bagian dari komitmen Telkom mewujudkan pemerataan akses internet di Indonesia. Dalam rangka menjalankan protokol kesehatan, WiCo ini sendiri juga memastikan adanya sirkulasi dan pembatasan pengguna sesuai dengan prosedur.

Selanjutnya, untuk mendorong digitalisasi di Kawasan Timur Indonesia, IndiHome Wonderful Papua menghadirkan beragam aktivitas sosial, kebudayaan, pendidikan hingga pariwisata. IndiHome Wonderful Papua juga mengangkat kreativitas anak bangsa di Papua, salah satunya adalah kemampuan di bidang seni tarik suara.

Analisis Teknikal TLKM

Oleh karena itu, kemungkinan besar kabar ini dapat menjadi sentimen positif untuk saham TLKM yang kemungkinan akan naik kembali. Saat ini harga sedang berada di batas bawah yang kemungkinan akan mulai bergerak naik ke batas atas apresiasi.

Pergerakan Harian TLKM

Kemungkinan besar saat ini target utama akan berada pada Rp3.497 sebelum menembus untuk naik lebih tinggi hingga Rp3.602. Setelah itu kemungkinan besar apresiasi akan terus berlanjut jika batas atas dapat dilewati.

Saat ini batas bawah berada pada Rp3.361 hingga Rp3.288 yang jika ditembus dapat menggagalkan potensi apresiasi ke depannya. Indikator RSI dan MACD juga mendukung potensi apresiasi akibat sudah mulai bergerak naik dari zona depresiasi.

Kemungkinan besar dengan sentimen positif dari TLKM sendiri dari mulai bangkitnya IHSG di pekan depan, TLKM dapat melanjutkan apresiasinya. Namun semua baru dapat dipastikan pada pekan depan.

Dilansir dari Investor Daily

Tags: