Swiss Franc tampak beristirahat terhadap Dolar Amerika dalam pergerakan menurunnya. Beberapa faktor dapat menjadi penyebab mulai beristirahatnya Swiss Franc ke fase konsolidasi.

Swiss Franc Sebagai Mata Uang Stabil

Seperti yang kita ketahui, Swiss Franc (CHF) merupakan salah satu mata uang yang dianggap sebagai mata uang aman dalam masa krisis. CHF merupakan salah satu mata uang yang dianggap sebagai mata uang safe-haven di dunia perdagangan mata uang, akibat sifatnya yang stabil. Disandingkan dengan Yen sebagai mata uang terstabil di dunia, CHF merupakan mata uang yang digunakan untuk melindungi kekayaan investor dikala masa krisis.

Oleh karena sifatnya ini, dalam keadaan krisis, CHF cenderung mengalami apresiasi terhadap beberapa mata uang utama seperti Dolar Amerika. Walau Dolar Amerika dianggap sebagai mata uang yang stabil, tingkat stabilitasnya masih kalah dengan CHF akibat beberapa faktor. Pernyataan ini dibuktikan dengan Dolar Amerika (USD) yang terus terdepresiasi terhadap Swiss Franc (CHF).

Depresiasi Dolar Amerika

Sejak pertengahan 2019, USD telah terus terdepresiasi terhadap CHF dan belum terlihat adanya putar balik arah. Pergerakan ini disebabkan oleh mayoritas investor yang khawatir akibat adanya beberapa kejadian di 2019 hingga sekarang yang membuat kekhawatiran di dunia keuangan. Kekhawatiran ini muncul akibat adanya perang dagang yang dimulai di pertengahan 2019 hingga Covid-19 yang terjadi hingga sekarang.

Walau telah mengalami penurunan yang konsisten, nampaknya, fase pergerakan turun tersebut akan berhenti akibat kondisi global yang mulai membaik. Pemberhentian ini terlihat dari mulai terciptanya fase konsolidasi dan juga data-data yang baru saja keluar termasuk data sektor manufaktur global dan juga data ketenagakerjaan.

Baca juga: NZD/JPY Diprediksi Terus Naik Walau Ada Ketidakpastian Global

Pergerakan USD/CHF

Pada 23 Juni, USD/CHF loncat dari titik terendah selama dua minggu terakhir di 0,9420 dan mulai naik kembali. Namun, walau adanya pergerakan tersebut, candlestick mingguannya tertutup merah dengan penurunan sebesar 0,4%. Indikator RSI menunjukkan adanya pelemahan yang dapat terjadi kedepannya. Pertanda ini ditambah dengan adanya kasus Covid-19 yang masih meningkat sehingga ada kemungkinan data positif yang baru dikeluarkan tidak berpengaruh. Hal ini membuat adanya potensi depresiasi terus menerus dari Dolar Amerika terhadap Swiss Franc.

Grafik Harian USD/CHF (20 September 2018 – 2 Juli 2020)

Grafik Harian USD/CHF (25 Mei 2020 – 2 Juli 2020)

Pekan lalu, USD/CHF mengalami konsolidasi, namun pada pekan ini terjadi kenaikan harga walau tetap pada zona konsolidasi. Pergerakan ini menandakan adanya kemungkinan fase konsolidasi yang panjang. Namun, jika terjadi penutupan di bawah zona konsolidasi sekitar titik 0,9330 dan pergerakan ke bawah mendekati 0,9181, dapat menjadi pertanda pergerakan ke bawah.

Di sisi lain, jika terjadi penutupan di atas batas titik tersebut, USD/CHF dapat mengalami pergerakan naik. Jika pergerakan terus melewati batas atas konsolidasi, tujuan terdekat berpotensi sampai pada titik 0,9640. Jika terjadi pergerakan ini, maka menjadi pertanda bahwa investor mulai percaya kembali terhadap pemulihan ekonomi akibat mulai terjadi penjualan terhadap aset yang aman yaitu CHF.

Grafik 4 Jam (7 Juni 2020 – 2 Juli 2020)

Hari ini, USD/CHF telah melewati batas bawah pergerakan atas sejak 11 Juni 2020 pada titik 0,9376. Pergerakan ini dapat menandakan adanya kemungkinan pergerakan ke bawah atau konsolidasi. Namun, jika harga kembali naik dan melewati titik 0,9639, ada kemungkinan USD/CHF akan terus kembali naik.

Kesimpulannya, jika terjadi pergerakan melewati 0,9401, maka tujuan selanjutnya adalah ke bawah hingga titik 0,9330. Namun, jika ada pergerakan melewati 0,9553, maka tujuan selanjutnya adalah ke atas ke titik 0,9629. Oleh karena itu, perhatian untuk menganalisis kedepannya harus ditujukan pada batas atas dan bawah mingguan seperti pada grafik di atas, karena untuk saat ini USD/CHF masih bergerak dalam konsolidasi.

Dilansir dari DailyFX

Tags: