PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah membuka kembali perdagangan saham PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) di pasar tunai maupun pasar reguler. Pencabutan suspensi tersebut telah berlaku mulai Sesi I Perdagangan Jumat, 29 Januari 2021.

Suspensi INPS Dicabut

Berdasarkan keterangan BEI yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan, pembukaan kembali perdagangan INPS berlaku sejak pembukaan perdagangan Sesi I hari ini.

Sebelumnya, BEI melakukan suspensi atas perdagangan saham INPS karena adanya peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Sehingga untuk penjagaan stabilitas apresiasi, BEI memandang perlu penghentian sementara perdagangan saham INPS pada 28 Januari 2021 di pasar reguler dan pasar tunai perlu dilakukan.

Tujuan suspensi tersebut adalah untuk memberikan waktu yang memadai bagi para pelaku pasar dalam mempertimbangkan keputusan investasi. Hal ini disebabkan selama ini apresiasi terjadi secara signifikan yang kemungkinan disebabkan penggiringan opini.

Baca juga: PGAS Salurkan Gas Bumi ke UMKM Dumai untuk Efisiensi

Hal ini disebabkan saham INPS naik sekitar 380,5% sejak November tahun lalu. Apresiasi yang signifikan terlihat di tahun ini dimana mayoritas saham dan IHSG masih kesulitan naik.

Sehingga dirasa penting bahwa suspensi dilakukan untuk menjaga stabilitas saham INPS ke depannya. Kemungkinan besar jika apresiasi ini terus terjadi, suspensi akan sering diterapkan oleh BEI untuk kebaikan INPS.

Harga Saham Masih Melambung Tinggi

Hingga pembukaan hari ini, saham masih terus terlihat mengalami apresiasi. Pergerakan ini tidak mengejutkan akibat setelah penutupan suspensi, saham masih bergerak naik.

Namun pergerakan ini menandakan bahwa penggiringan opini masih sangat kuat akibat adanya potensi FOMO dari saham INPS. Ke depannya saham diprediksi akan mulai koreksi akibat pengambilan keuntungan yang akan terjadi di batas atas pergerakannya.

Pergerakan Harian INPS

Mengingat saat ini harga mulai terkoreksi turun setelah menyentuh harga tertingginya sepanjang masa, kemungkinan koreksi akan mulai terjadi secara signifikan. Hal ini juga disebabkan adanya potensi pengambilan keuntungan bersama bearish divergence yang terjadi dengan Indikator RSI.

Kemungkinan besar saat ini harga akan bergerak turun menuju Rp 6.790 sebelum kemungkinan terburuk yaitu terus turun menyentuh Rp 5.605. Jika setelah itu harga naik kemungkinan apresiasi masih akan kuat akibat bergerak dari titik 78,6% Fibonacci.

Setelah itu, jika apresiasi melewati batas atas pada sekitar Rp 7.000, kemungkinan besar pergerakan selanjutnya akan naik secara signifikan. Mengingat saham INPS tergolong baru, potensinya untuk naik lebih tinggi masih sangat besar.

Tags: