Saham sektor keuangan loncat sebesar 3,58% secara keseluruhan bersama dengan IHSG yang naik di atas Rp 5.000. Kenaikan pada sektor keuangan ini membantu mendorong IHSG untuk terus naik selama Bulan Juli 2020.

Saham Sektor Keuangan Loncat

Hari ini, dikabarkan bahwa sektor keuangan tertutup naik sebesar 3,58% dibanding hari sebelumnya. Kenaikan ini adalah salah satu faktor penggerak IHSG untuk tertutup di atas Rp 5.000, titik tertinggi sejak Awal Bulan Juni 2020. Pergerakan ini di dorong oleh beberapa saham yang mengalami kenaikan nilai besar seperti saham SMMA, BBTN, VINS, ASDM, dan BBRI. Lima saham tersebut merupakan lima saham yang mengalami penutupan naik tertinggi pada hari ini dibanding saham lainnya pada sektor keuangan.

Dikabarkan bahwa hari ini SMMA naik sebesar 12,47%, BBTN sebesar 9,39%, VINS sebesar 9,01%, ASDM sebesar 5,98%, dan BBRI sebesar 5,28%. Untuk BBRI, hari ini bukan hanya naik ke lima peringkat tertinggi dalam kenaikan harga, namun juga naik menjadi peringkat satu dalam saham paling aktif. Hari ini, transaksi BBRI hampir mencapai 340 Juta Rupiah dengan hampir 50% pembelian dilakukan oleh asing. Naiknya sektor keuangan ini dapat menjadi pertanda baiknya kepercayaan investor dalam pemulihan setelah Covid-19 akibat sektor keuangan merupakan sektor paling rentan dalam krisis.

Baca juga: Sari Roti Bagi-Bagi Dividen Dari Laba Sebesar 301,1 Milyar Rupiah

Pergerakan IHSG

Akibat naiknya sektor keuangan hari ini, IHSG menjadi tertutup tinggi di angka RP 5.076,17. Kenaikan ini juga didorong oleh sektor industri dan barang konsumsi yang juga naik di sekitar angka 1%. Selain itu, hampir seluruh sektor lain juga mengalami peningkatan hari ini. Satu industri yang mengalami penurunan hanya sektor penambangan yang turun sekitar 0,10%.

Akibat penutupan yang tinggi hari ini, ada kemungkinan yang sangat besar untuk IHSG keluar dari fase konsolidasi. Hal ini disebabkan oleh nilai IHSG yang sudah melewati batas atas konsolidasi. Jika dua hari di depan pada pekan ini tertutup di atas Rp 5.080 ada kemungkinan yang sangat besar untuk terjadi pergerakan ke atas yang akan terus terjadi. Jika pergerakan ini terjadi, maka target kedepannya kemungkinan adalah di titik sekitar Rp 5.230. Jika berhasil menembus titik itu, kemungkinan arah akan menuju titik Rp 5.370. Jika terus berhasil tembus, kemudian sekitar Rp 5.455,. Terakhir, kemungkinan arah selanjutnya adalah Rp 5.688 sebelum terus kembali ke masa sebelum Covid-19 di atas Rp 6.000. Jika pergerakan naik terus terjadi, maka Rp 6.000 mungkin tercapai kembali karena terdapat pertanda sudah mulai pulihnya perekonomian dari Covid-19 dan mulai kembali normalnya pasar keuangan.

Tags: