Kabar baik bagi emiten produsen nikel di Indonesia, seperti INCO. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan holding perusahaan baterai di Indonesia akan terbentuk paling lambat Juli 2021.

Sentimen Positif Saham INCO

Kementerian BUMN memang tengah membentuk konsorsium sejumlah perusahaan BUMN untuk membangun industri baterai terintegrasi dari hulu sampai hilir, namanya PT Industri Baterai Indonesia (IBI).

PT IBI direncanakan membuat baterai listrik hingga total 195 giga watt (GW) dengan mengonsumsi 150 ribu ton nikel per tahun. Tapi pada tahapan pertama dipatok hanya 33 GW produksi baterai listrik hingga 2030.

Nilai investasi 33 GW hingga 2030 berada di sekitar US$ 13 miliar. Jika kapasitas naik 70% atau 140 GW pada tahap kedua, nilai investasi dapat mencapai US$ 17 miliar. Investasi ini dilakukan juga dengan mitra luar negeri.

Baca juga: Bank Mandiri Salurkan Dana Stimulan di Kalimantan Selatan, Ini Jumlahnya

Selain kabar ini, sentimen positif juga datang dari harga nikel yang juga mengalami apresiasi cukup signifikan. Hal tersebut membuat mayoritas saham pertambangan, terutama yang terikat dengan nikel nampak terlihat naik.

Hasilnya saham INCO memiliki sentimen positif yang kemungkinan juga dapat mendorong harganya naik pada perdagangan hari ini, Rabu, 10 Maret 2021. Bersama dengan tertutup hijaunya indeks saham Amerika, kemungkinan besar IHSG akan naik bersama INCO.

Saham INCO Diprediksi Mulai Pulih

Setelah beberapa hari terakhir bergerak turun, saham INCO nampaknya akan berusaha pulih dengan adanya sentimen positif ini. Namun, hingga saat ini belum ada pertanda resmi yang mengkonfirmasi apresiasi untuk pemulihan tersebut.

Pergerakan Harian Saham INCO

Dapat dilihat bahwa saham INCO masih terus bergerak turun dari sejak awal Maret 2021 yang kemungkinan akan terus terjadi hingga sentimen berhasil mengangkat. Namun, hingga saat ini belum ada pertanda apresiasi kembali.

Tetapi semuanya kemungkinan berubah hari ini dengan banyaknya sentimen positif yang berada di sekitar saham pertambangan. Selain itu, potensi apresiasi kemungkinan juga akan datang akibat adanya cela pada pembukaan candlestick sebelumnya.

Sehingga apresiasi kemungkinan akan menutup cela tersebut namun butuh waktu yang cukup lama. Jika hari ini pulih, kemungkinan besar tujuan selanjutnya berada pada Rp4.690 sebelum naik ke Rp4.951.

Namun jika terus turun kemungkinan besar tujuannya berada pada batas pengaman di Rp4.343 sebelum terus turun ke Rp4.038. Indikator RSI mendukung potensi apresiasi akibat sudah berada di zona jual jenuh (oversold) sehingga muncul potensi apresiasi.

Tags: