Saham dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk., (ICBP) terlihat masih bergerak turun sejak akhir November 2020.

Pergerakan ini diprediksi terjadi akibat beberapa hal, terutama dengan adanya kabar baru yang terjadi beberapa hari terakhir.

ICBP Lepas Fritolay

Akhir-akhir ini, terdengar kabar bahwa ICBP telah melepas salah satu rekan kerja samanya dalam ranah internasional yaitu Fritolay.

Indofood CBP terlihat telah membeli saham kepemilikan Fritolay Netherlands Holdings B.V., afiliasi dari PepsiCo Inc., melalui PT Indofood Fritolay Makmur, perusahaan kerja sama kedua pihak.

Pembelian tersebut adalah penyelesaian kerja sama mereka yang diakhiri dengan pembelian saham dengan nilai sekitar Rp494 Miliar.

Saham tersebut adalah 49% dari keseluruhan saham yang berada di Indofood Fritolay Makmur yang membuat selesainya kerja sama lisensi beberapa produk.

Dikabarkan bahwa dengan ini terjadi pemutusan hubungan dan produk seperti Pepsi, Lays, Cheetos, dan Doritos.

Beberapa cemilan yang digemari tersebut tidak akan beredar lagi di Indonesia akibat dari selesainya kerja sama ini.

Kabar ini nampaknya menjadi sentimen negatif karena setelah itu, saham ICBP masih terus bergerak turun dan tidak terlihat berubah naik.

Saham Perusahaan Bergerak Turun

Hingga saat ini, ICBP masih terus terlihat bergerak turun bahkan sudah memasuki daerah Rp8.000 bersama beberapa saham barang konsumen lainnya.

Sehingga banyak investor yang mulai khawatir dan mengikuti tekanan jual ini sehingga juga mendorong harga saham ICBP untuk turun.

Pergerakan Harian ICBP

Kemungkinan besar tujuan saat ini berada di Rp8.351 jika pergerakan turun terus terjadi secara signifikan.

Saat ini batas bawah utama adalah pada Rp8.697 yang jika ditembus dapat meneruskan pergerakan turun hingga target yang sudah dinyatakan.

Indikator RSI, MACD, dan MA Cross semua mendukung pergerakan turun akibat belum adanya tanda pemulihan.

Kemungkinan besar pergerakan turun ini akan terus terjadi hingga perekonomian mulai melambat kembali akibat saat ini aset berisiko dan perekonomian sudah terlihat bergerak naik.

Baca juga: Bank Mega Targetkan Laba Bersih Rp3,5 Triliun, Apakah Mungkin?

Hal ini disebabkan saham ICBP yang merupakan saham pengaman yang membuat saat ini preferensi risiko masih lebih tinggi sehingga saham pengaman ditinggal.

Kemungkinan besar apresiasi kembali akan terjadi pada pertengahan 2021 dimana perekonomian akan mulai pulih namun secara fluktuatif akibat adaptasi.

 

Tags: