Bitcoin secara teknikal menggambarkan US$42.500 adalah support level terbaik.

Bitcoin melonjak lebih dari 5 persen kemarin. Kripto nomor satu itu mencoba untuk membatasi penurunan tiga minggu, tetapi retest US$42.500 mungkin diperlukan sebelum pasar menetapkan arah yang jelas.

Prediksi Harga Bitcoin dan Faktor Fundamental

Harga 1 Bitcoin meroket dari US$40,900 pada Rabu menjadi US$43.865 pada Kamis, berdasarkan data dari bursa Bitstamp via Tradingview.com.

Tidak ada katalis fundamental yang jelas untuk kenaikan tersebut, meskipun secara spekulatif, mungkin terkait dengan pernyataan Gary Gensler, bos Komisi Sekuritas dan Pertukaran AS, yang kemarin menegaskan kembali dukungannya Bitcoin ETF (Exchange Traded-Fund) berbasis kontrak berjangka.

Hal lainnya, bisa jadi terkait perspektif teknis-analisis adalah, bahwa trader mencoba untuk keluar dari downtrend jangka pendek sejak 7 September 2021, ketika resminya Bitcoin sebagai legal tender di El Salvador.

Sebelumnya Elon Musk menegaskan, bahwa kripto, termasuk Bitcoin mustahil dimusnahkan. Pernyataan itu terkait dengan sejumlah peraturan terkait kripto oleh pemerintah AS.

Dua upaya sebelumnya untuk membalikkan tren terjadi pada tanggal 24 dan 27 September 2021, tapi candle stick tetap di bawah 144 EMA pada grafik 2 jam.

Reli sebelumnya, juga tersendat pada level itu, menunjukkan bahwa Bitcoin telah gagal untuk melanjutkan tren naik jangka panjangnya atau telah bergeser ke konsolidasi menjelang kenaikan akhirnya.

Bitcoin Mencari Support Level Terbaik

Jika skenario terakhir benar, maka trader akan mencari support level untuk menguji dan memvalidasi momentum kenaikan.

Pada saat penulisan, kandidat jangka pendek yang paling jelas adalah US$42.500, level datar yang memberikan resistensi jangka waktu yang lebih rendah lima kali pada hari Selasa dan Rabu.

Level itu juga secara luas bertepatan dengan 144 EMA dan 200 EMA pada grafik 15 menit.

Analisis teknis melibatkan penggunaan indikator dan pola berbasis grafik untuk mengidentifikasi level support dan resistance,  rentang subjektif yang secara teori seharusnya mendorong harga ke sisi atas atau menolaknya ke sisi bawah.

Meskipun banyak yang skeptis terhadap pendekatan ini, ada penerimaan yang berkembang di kalangan keuangan bahwa pendekatan ini berpotensi menjadi prediksi yang terpenuhi dengan sendirinya.

Level datar dan rata-rata bergerak adalah salah satu pola dan indikator yang paling diawasi ketat, karena ditarik secara relatif objektif dan oleh karena itu lebih cenderung menjadi “radar” sejumlah besar pelaku pasar.

Jika US$42.500 diuji dan ditembus ke bawah, support level utama berikutnya kemungkinan akan menjadi US$41.000. Harga telah memantul dari level itu lima kali selama sepuluh hari terakhir.

Prediksi Bitcoin dalam Jangka Panjang

Namun dalam jangka panjang, harga Bitcoin masih tetap bullish, berpotensi ke US$100 ribu per BTC setidaknya pada Desember 2021 atau Februari 2022.

Dalam waktu dekat, BTC pada time frame mingguan diperkirakan berada di kisaran US$52.000 pada akhir Oktober 2021.

Sumber : Forbes

Baca juga: Harga Bitcoin Melambung di Trendline Support Sehari Sebelum Halving