Pound Sterling akan menghadapi data ketenagakerjaan yang akan dipublikasi Hari Selasa 11 Agustus, 2020, pukul 15.30 WIB. Data ini kemungkinan akan melemahkan Pound Sterling (GBP) terhadap beberapa mata uang utama.

Pound Sterling Akan Melemah

Data ketenagakerjaan yang akan dipublikasi oleh Inggris kemungkinan dapat membentuk pola pembalikan arah pada GBPUSD. Hal ini dapat terjadi jika angka pengangguran melebihi perkiraan pada 4,2%. Data ini dapat berperan lebih besar dari biasanya akibat adanya kebijakan pemerintah Inggris mengenai dana bantuan sebesar  £33.8 Milyar di Bulan Oktober.

Diperkirakan bahwa dana ini akan membantu lebih dari 9 Juta pekerja, jika terjadi pencairan yang cepat, kemungkinan menjadi pertanda bahwa pengangguran meningkat sekitar 3 Juta atau 10% pada akhir tahun menurut National Institute of Economic and Social Research.

Perkiraan ini berbeda  dengan perkiraan Bank Sentral Inggris, yang menyatakan pengangguran hanya akan meningkat sekitar 7,5% di akhir tahun. Dengan kebijakan moneter yang masih akan tetap, angka pengangguran yang kemungkinan naik dapat mendorong Bank Sentral Inggris untuk mengubah kebijakan moneternya. Jika terjadi, kemungkinan terdapat kebijakan ekspansif yang meningkat dari yang saat ini sudah mencapai £750 Milyar.

Baca juga: Pasangan Mata Uang Utama dalam Dunia Forex

Oleh karena itu, GBPUSD kemungkinan akan turun jika data pengangguran yang dipublikasi besok naik. Hal ini disebabkan oleh investor yang akan memosisikan dirinya untuk menghadapi kebijakan ekspansif yang kemungkinan terjadi. Sehingga penurunan kemungkinan besar juga akan terjadi pada terhadap beberapa mata uang besar seperti Yen (JPY) dan Dolar Amerika (USD).

Analisis GBPJPY & GBPUSD

Pergerakan Harian GBPJPY

Pandangan untuk GBPJPY saat ini kemungkinan besar adalah kepada arah bawah, walau terjadi pergerakan pola grafik bullish Schiff Pitchfork. Pola ini terlihat dengan adanya potensi terjadi pola grafik lain yaitu Double Top reversal pada titik tertinggi Maret di 139.18. Selain itu, indikator RSI mengindikasikan kemungkinan terjadi penjualan akibat kemungkinan persilangannya dengan indikator MACD.

Oleh karena itu, kemungkinan penurunan ke batas bawah pada titik 61.8% Fibonacci pada 136.95 akan sangat besar. Batas bawah dengan indikator moving average jangka 200 hari pada 136.25 kemungkinan adalah batas bawah terakhir sebelum GBPJPY terus turun.

Di sisi lain, jika terjadi penutupan harian di atas 139.18, kemungkinan GBPJPY akan naik ke titik tertinggi sejak Februari jika dapat melewati 140.47 dan 141.86

Pergerakan Harian GBPUSD

GBPUSD kemungkinan akan mengalami penurunan jangka pendek setelah gagal melewati titik tertinggi Bulan Maret. Ditambah dengan RSI turun ke bawah 70 dan MACD yang kemungkinan akan turun ke zona jual, mengkonfirmasi kemungkinan GBPUSD turun. Kemungkinan jika pergerakan harian tertutup di bawah 1.2981, GBPUSD akan turun ke 1.2813.

Namun, dengan adanya perkembangan harga yang baru terjadi, kemungkinan GBPUSD dapat naik. Hal ini akibat adanya potensi pola grafik Bull Flag yang dekat dengan batas atas dekat dengan titik 1.32. Jika berhasil melewati 1.32 kemungkinan pergerakan akan terus naik ke 1.3515.

Dilansir dari Daily FX

Tags: