Pola pergerakan bitcoin akhir-akhir ini menandakan adanya kemungkinan bahwa harga akan turun kedepannya. Pergerakan ini dilihat dari adanya pola head and shoulders yang menandakan adanya kemungkinan harga turun.

Pola Pergerakan Bitcoin Mengindikasikan Harga Turun

Bitcoin akhir-akhir ini jatuh dari $12.400 ke bawah $10.000 yang menandakan kemungkinan masa kejayaannya akan berakhir. Penurunan ini membuat mayoritas investor terkejut, akibat banyak yang memprediksi pergerakan positif. Mayoritas investor memprediksi bahwa bitcoin akan naik setelah halving, namun nampaknya prediksi tersebut terbukti salah hingga saat ini, akibat pola yang mengindikasikan penurunan.

Penurunan ini terlihat dari pola pergerakan grafik yang menunjukkan pola head and shoulders dengan pembentukan shoulders yang membuat harga turun. Pergerakan ini telah diprediksi oleh salah satu analisis yang menggunakan pola metode Ominous Wyckoff. Namun, menurut pola grafik Renko di jangka waktu yang lebih lama, bitcoin kemungkinan masih ada kemungkinan naik walau kedepannya akan turun.

Pola Head and Shoulders Mengindikasikan Penurunan

Pola Pergerakan Grafik Bitcoin

Menurut grafik di atas, jika batas bawah berhasil ditembus, dan bitcoin jatuh ke $8.500 pola head and shoulders akan terjadi dan bitcoin akan terus turun. Pola ini umumnya mengindikasikan pola putar balik arah dari apresiasi tinggi, yang sekarang sedang terjadi pada bitcoin. Sehingga kemungkinan turun akan sangat besar.

Pola ini mengindikasikan adanya konflik antara pembeli dan penjual, dengan pola head sebagai tingkat tertinggi sebelum turun kembali akibat tekanan jual. Jika batas bawah di shoulder dapat dilewati akibat tekanan jual, umumnya seluruh aset yang mengalami pergerakan ini akan turun.

Baca juga: Analis Memprediksi Chainlink Ke $5.00 Walau Sempat Apresiasi

Sehingga, untuk bitcoin, jika $8.500 berhasil ditembus dari $12.400, kemungkinan bitcoin akan jatuh ke harga di antara $4.000 dan $5.000. Sebelum menyentuh tujuan ini, kemungkinan batas bawah sebelumnya adalah pada $6.000 akibat indikator 200-MA. Jika ternyata penurunan ini terjadi, mayoritas pasar kripto kemungkinan akan terancam. Selain itu, persepsi awal terhadap halving yang umumnya mengindikasikan apresiasi, nampaknya tidak berlaku lagi dan membuat mayoritas analis salah.

Dilansir dari News BTC