Saham berjangka diperdagangkan lebih tinggi pada hari Senin untuk memulai minggu liburan, sehubungan dengan optimisme tentang vaksin virus corona yang mulai dibuat. Futures pada Dow Jones Industrial Average melonjak sekitar 230 poin. S&P 500 futures naik 1,1% dan Nasdaq 100 futures naik 1,0%. Volume perdagangan tetap tipis dalam aksi semalam. Pasar A.S. ditutup pada hari Senin untuk memperingati Memorial Day.

Perusahaan bioteknologi Amerika Novavax, pada hari Senin mengatakan, pihaknya memulai studi eksperimental vaksin virus corona terhadap manusia. Perusahaan mengatakan mengharapkan hasil awal pada respon keamanan dan kekebalan pada bulan Juli. Pekan lalu, biotek moderna lain melaporkan perkembangan positif pada percobaan vaksinnya di mana semua 45 peserta telah mengembangkan antibodi virus corona.

Pergerakan Saham Berjangka Terbilang Solid

Pergerakan di bursa saham berjangka mengikuti minggu yang solid untuk Wall Street yang melihat 30-saham Dow naik 3,3%, membukukan kinerja mingguan terbaik sejak April. S&P 500 dan Nasdaq juga naik lebih dari 3% minggu lalu.

Jumlah kasus virus corona di AS mencapai lebih dari 1,6 juta ketika kematian meningkat menjadi lebih dari 97.000, menurut penghitungan dari Universitas Johns Hopkins pada hari Senin. Banyak negara telah mengambil langkah-langkah dalam beberapa minggu terakhir untuk mengangkat langkah-langkah lockdown yang menghambat penyebaran penyakit.

Baca juga: Saham Dow Jones Turun Lantaran Investor Menggabungkan Pendapatan Kuartal

Tanda-Tanda Eskalasi Ketegangan AS dan Tiongkok

Sementara itu, investor mengawasi ketegangan AS-Tiongkok, yang menunjukkan tanda-tanda eskalasi selama akhir pekan. White House National Security Advisor Robert O’Brien, pada hari Minggu mengatakan AS kemungkinan akan menjatuhkan sanksi terhadap Tiongkok jika Beijing menerapkan hukum keamanan nasional yang akan memberinya kontrol lebih besar atas Hong Kong yang bersifat otonom.

“Bulan depan kita akan mengetahui hasil stress test Bank, apakah harga minyak naik atau sesuatu yang lebih berkelanjutan dan jika kita telah keluar dari musim COVID atau memasuki gelombang kedua. Jika segala sesuatunya rusak secara positif, kita akan mengharapkan untuk melihat rotasi yang sehat menuju siklus, batas yang lebih kecil, dan nilai saham,” jelas  Christopher Harvey, kepala strategi ekuitas Wells Fargo, mengatakan dalam sebuah catatan.

 

Dilansir dari CNBC.com

Tags: