Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kembali membawa kabar baik bagi investor. Kabar baik ini terutama tertuju pada pemilik saham emiten BUMN di bisnis nikel.

Menteri BUMN Memberikan Kabar Baik

Erick mengungkapkan kolaborasi perusahaan BUMN dalam membentuk perusahaan raksasa baterai (EV battery) mobil listrik di Indonesia.

Tiga BUMN akan menggandeng perusahaan dari luar negeri untuk membangun pabrik tersebut. Tiga BUMN tersebut adalah PT PLN (Persero), Inalum dan PT Pertamina (Persero).

Ketiga BUMN ini akan menggandeng LG Energy Solution dan Contemporary Amperex Technology atau CATL. Proyek ini juga akan melibatkan anak usaha MIND ID atau Inalum yakni ANTM dan TINS.

Perusahaan holding yang terdiri dari empat BUMN antara lain MIND ID atau Inalum, Aneka Tambang, Pertamina, dan PLN ini ditargetkan bakal terbentuk pada Semester 1 2021 ini. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri I BUMN Pahala Nugraha Mansury.

Saat ini harapan pemerintah untuk perusahaan ini dapat direalisasikan di semester pertama tahun ini. Sudah terdapat rencana yang matang menurut Erick Thohir, akibat sudah adanya beberapa diskusi bersama seluruh pihak.

Saham HRUM Naik Tipis

Kabar ini menjadi kabar positif untuk beberapa saham tambang terutama saham nikel. Salah satu saham yang terlihat terdampak secara signifikan kemarin adalah HRUM yang naik lebih dari 5%.

Pergerakan Harian HRUM

Sehingga, kemungkinan besar saat ini terdapat potensi dari Saham HRM untuk naik lebih tinggi. Hal ini disebabkan sebelumnya HRUM bergerak turun, namun akibat kabar tersebut mengalami apresiasi kembali.

Saat ini Indikator MACD dan RSI masih terlihat di zona beli namun belum di zona jenuh sehingga masih memiliki potensi untuk naik. Oleh karena itu, hari ini HRUM memiliki harapan untuk naik yang kemungkinan besar akan menuju Rp6.906 sebelum terus naik menuju Rp7.440.

Baca juga: Walau Tahun Lalu Penjualan Turun, UNTR Masih Melampaui Target

Namun, jika ternyata berlanjut koreksi, kemungkinan besar tujuan selanjutnya berada pada Rp6.456 yang jika turun dapat menuju Rp5.671. Tapi jika terus turun, kemungkinan tujuan selanjutnya berada pada Rp4.886 yang akan merusak pergerakan zona apresiasi.

Apa bila hal tersebut terjadi, kemungkinan besar ke depannya pergerakan akan terus turun karena pergerakan apresiasi kemungkinan akan selesai. Walaupun begitu, dengan banyaknya sentimen positif, kemungkinan pergerakan turun ini masih akan jauh.

 

 

Tags: