MDKA atau PT Merdeka Copper Gold Tbk., menargetkan produksi emas tahun ini akan mencapai antara 175.000 ons hingga 195.000 ons. Sekretaris Perusahaan, Adi Adriansyah, menyebutkan, hingga memasuki semester kedua 2020 kegiatan produksi dan pemasaran masih belum terdampak signifikan oleh pandemi covid-19.

MDKA Targetkan Produksi Hingga 195.000 Ons

PT Merdeka Copper Gold Tbk., dikabarkan menargetkan produksi emas hingga 195.000 Ons. Angka target yang tinggi ini disebabkan oleh kepercayaan diri perusahaan atas kinerjanya yang masih belum terdampak COVID-19 secara besar. Pihak perusahaan menyatakan bahwa kuartal kedua 2020 produksi emas mencapai 54.672 ons, sementara total sepanjang semester pertama 2020 produksi mencapai 108.823 ons. Sehingga, perusahaan masih optimis bahwa target akan tercapai.

Disisi lain,  fokus juga ditujukan dalam pengembangan proyek tembaga Tujuh Bukit yang diperkirakan memiliki sumber daya bijih sebanyak 1.900 MT dengan kandungan tembaga sebanyak 8,7 juta ton dan kandungan emas sebanyak 28,3 juta ons.

Selain itu, pada Semester pertama 2020, MDKA juga mencatat penjualan sebesar US$ 198,81 juta atau meningkat 3,66%  dibanding 2019. Namun, laba terlihat turun sebesar 9,43% dibandingkan periode yang sama di 2019. Selain itu, pada semester pertama 2020, MDKA membukukan laba sebesar US$ 38,26 juta, sementara pada periode sama tahun lalu laba bersih mencapai US$ 42,25 juta.

Pergerakan Saham MDKA

Persepsi positif oleh perusahaan terhadap kinerja dan target produksi kemungkinan akan membawa sentimen positif bagi pergerakan saham MDKA. Namun, dari sisi teknikal, nampaknya saat ini saham MDKA sedang terlihat mengalami konsolidasi dengan potensi tekanan jual yang tinggi.

Pergerakan Harian MDKA

Untuk saat ini, terlihat bahwa pergerakan MDKA sedang naik dari sejak akhir Maret 2020. Namun, beberapa pekan ini, konsolidasi terlihat terjadi. Kemungkinan dengan terbentuknya pola head and shoulders dari grafik, kedepannya saham ini akan mengalami koreksi.

Baca juga: Transaksi Saham Akan Dikenakan Biaya Rp 10.000 Bea Materai!

Tujuan selanjutnya jika mengalami koreksi kemungkinan besar berada pada Rp 1.714 sebelum menyentuh Rp 1.607. Jika ternyata terus tertekan, kemungkinan tujuan selanjutnya adalah pada Rp 1.468 sebelum menyentuh Rp 1.347 dan kemudian Rp 1.159. Batas pengaman terakhir berada di Rp 906 yang merupakan harga terendah tahun 2020.

Namun, jika kabar positif dari target produksi dan kondisi perusahaan ini benar membawa sentimen positif, kemungkinan saham akan naik. Target selanjutnya jika naik kemungkinan berada pada Rp 1.813 sebelum menyentuh Rp 1.931. Kemudian jika dorongan beli terus menguat, kemungkinan besar tujuan selanjutnya ada pada Rp 2.062 yang merupakan harga tertinggi tahun ini.

Tags: