Lo Kheng Hong (LKH), investor besar di Indonesia yang diberi julukan sebagai Warren Buffet dari Indonesia, dikabarkan telah melakukan pembelian besar. Kali ini kabar pembelian yang beredar adalah pembelian saham yang masih sering terdengar awam di telinga investor pemula.

Lo Kheng Hong Membeli Saham GJTL

LKH kembali memborong salah satu saham di pasar modal Indonesia yang saat ini bernama PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Dalam laporan ke Bursa Efek Indonesia, Lo Kheng Hong kembali membeli saham GJTL pada 30 Desember 2020 dan 4 Januari 2021.

Rinciannya pada 30 Desember 2020, Lo Kheng Hong dua kali membeli saham GJTL. Pembelian ini dilakukan sebanyak 166.200 saham dengan harga transaksi Rp 655 per saham, serta 20.185.400 saham dengan harga Rp 650 per saham.

Selanjutnya pada 4 Januari 2021, Lo Kheng Hong tercatat 6 kali membeli saham GJTL yakni sebanyak 1.750.000 saham dengan harga Rp 680 per saham. Kemudian pembelian tersebut diikuti transaksi beli keduanya sebesar 3.275.300 saham GJTL dengan harga Rp 675 per saham.

Baca juga: BEI Susun Ulang LQ45, Terdapat Perubahan Dua Emiten

Kemudian pembelian berlanjut dengan 1.188.500 saham dengan harga Rp 670 per saham dan 148.600 saham dengan harga Rp 660 per saham. Masih di tanggal yang sama, Lo Kheng Hong memborong 400.000 saham GJTL dengan harga Rp 655 dan berlanjut membeli 500.000 saham dengan harga Rp 650 per saham.

Dengan pembelian saham ini, total kepemilikan saham Lo Kheng Hong di GJTL kini menjadi 176.484.900 saham atau 5,06%. Lo Kheng Hong menyatakan bahwa pembelian ini bertujuan untuk investasi jangka panjang, dalam pemberitahuan ke BEI.

Dampak Pembelian Saham

Saham dari perusahaan manufaktur roda dan karet terbesar di Asia Tenggara ini tidak terlihat terdampak secara signifikan saat ini. Namun terdapat efek domino dari pembelian LKH terhadap saham GJTL.

Pergerakan Harian GJTL

Hal ini disebabkan beberapa hari setelah pembelian oleh LKH terjadi, saham ini naik sekitar 25,34% dalam satu hari. Masih belum dapat dipastikan apakah apresiasi tersebut terjadi akibat LKH atau sentimen lainnya.

Sayangnya saat ini saham tersebut sedang bergerak turun akibat koreksi setelah apresiasi tersebut yang nampaknya terjadi untuk menutup cela. Kemungkinan jika IHSG pulih, saham ini akan kembali naik secara signifikan karena apresiasi terjadi dari titik 61,8% Fibonacci.

Melihat cela yang sudah tertutup namun belum ada tanda apresiasi, kemungkinan besar saham ini masih akan terus turun. Secara teknikal depresiasi ini kemungkinan akan berlanjut akibat belum adanya tanda pemulihan.

Dilansir dari IMQ21

Tags: