Laba bersih United Tractors turun akibat pandemi Covid-19 sepanjang semester satu Tahun 2020. Penurunan ini dikabarkan murni akibat faktor eksternal yang muncul dari kondisi perekonomian global.

Laba Bersih United Tractors Turun

Kinerja PT United Tractors (UNTR) mengalami penurunan sepanjang semester satu Tahun 2020. Tercatat bahwa pendapatan bersih turun 23% dan laba bersih turun 28% dibanding tahun sebelumnya. Penurunan ini didorong akibat beberapa lini usaha yang turun akibat Covid-19 dan Pembatasan Sosial.

Dikabarkan bahwa volume penjualan alat berat Komatsu tercatat turun 56% dan penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat turun 25%. Secara keseluruhan, bisnis mesin konstruksi turun 40% dibanding tahun lalu.

Bisnis kontraktor penambangan membukukan penurunan pendapatan bersih sebesar 22% bersama dengan penurunan volume pekerjaan pemindahan tanah sebesar 10%. Penurunan juga terjadi pada penjualan emas dari tambang emas Martabe sebesar 4%. Namun, dengan naiknya rata-rata harga jual, pendapatan dari emas justru naik 11%

Salah satu peningkatan kinerja terjadi pada bisnis pertambangan batu bara yang naik sebesar 14% dibanding tahun lalu. Namun, pendapatan dari bisnis tersebut justru turun 11% akibat rata-rata harga batu bara yang turun. Sementara itu, unit usaha konstruksi membukukan kerugian dan mencatat pendapatan bersih yang turun 52% dibanding tahun sebelumnya.

Baca juga: Indofarma Membuat Target Peningkatan Pendapatan Sekitar 35%

Dapat dilihat bahwa hampir seluruh lini usaha mengalami penurunan, yang menjadi penyebab utama mengapa UNTR mengalami penurunan dalam laba dan pendapatan bersih.

Dampak Terhadap Saham UNTR

Akibat banyaknya sentimen positif dari penurunan kinerja ini, saham UNTR terancam mengalami penurunan.

Pergerakan Harian UNTR

Nampaknya, akibat dari adanya laporan mengenai kinerja ini saham UNTR akan turun dan selesai dari pergerakan naiknya beberapa pekan terakhir. Penurunan ini sudah mulai terlihat dengan adanya penutupan yang lebih rendah pada dua hari ke belakang. Penurunan ini kemungkinan akibat adanya pengambilan keuntungan, namun juga potensi akibat dari sentimen negatif. Namun, pola pergerakan menunjukkan adanya kemungkinan evening star pada candlestick.

Jika harga ternyata benar turun, ada kemungkinan akan turun ke Rp 21.169 atau batas bawah utama saat ini. Jika terus turun, kemungkinan harga akan mencapai Rp 19.949, sebelum mencapai Rp 18.441 kemudian Rp 16.468. Jika terus turun, kemungkinan harga akan mencapai Rp15.140 sebelum mencapai Rp 14.153 dan kemudian ke harga terendah 2020 pada Rp 12.588.

Jika ternyata harga terus naik dan tidak terpengaruh sentimen negatif ini, kemungkinan harga akan naik ke batas atas utama saat ini pada Rp 21.657. Jika harga terus naik, kemungkinan target berikutnya adalah Rp 22.539 sebelum mencapai Rp 23.214. Jika berhasil dilalui, kemungkinan target selanjutnya adalah pada 23.780 sebelum terus bergerak naik melewati harga tertinggi 2020.

Tags: