Kabar dana stimulus dari pemerintah Amerika kemungkinan besar akan mulai melemahkan kembali Dolar Amerika. Sebelumnya, Dolar Amerika sempat bergerak menguat terhadap beberapa mata uang utama.

Hal ini disebabkan oleh data ketenagakerjaan yang terlihat positif. Namun semuanya nampak akan terhapus akibat persetujuan dana stimulus Joe Biden.

Dana Stimulus Amerika

Pemerintah melalui kongres telah menyetujui adanya penyaluran dana bantuan sebesar $1,9 Triliun yang merupakan bagian dari kebijakan stimulus. Kebijakan ini adalah bagian dari kerangka kebijakan ekspansif yang dijalankan Amerika.

Mengingat dampak negatif dari Covid-19 yang masih sangat kuat, saat ini kebijakan ekspansif masih sangat dibutuhkan. Kebijakan ekspansif bertujuan untuk mendorong perekonomian dengan menambah jumlah uang yang beredar.

Sehingga tujuan utama Amerika saat ini adalah memperbanyak jumlah uang atau Dolar Amerika yang beredar dalam perekonomiannya. Harapannya adalah untuk mendorong kembali perekonomian.

Baca juga: Publikasi Data Amerika Malam Ini Membuat Pasar Tegang! Ini Prediksi DXY

Salah satu langkah ini adalah dengan memberikan dana bantuan sebesar $1.400 per orang atau sekitar Rp20 Juta. Terdapat kabar bahwa jika diresmikan pada 14 Maret 2021, kemungkinan besar dana ini akan dibagikan pada 1 atau 2 April 2021.

Dengan bertambahnya jumlah yang beredar, kemungkinan besar Dolar Amerika (USD) akan terdepresiasi dalam nilainya terhadap beberapa mata uang utama. Salah satu mata uang yang kemungkinan terangkat adalah Pound Sterling (GBP).

GBPUSD Berpotensi Naik

GBP hingga saat ini masih terlihat kuat akibat adanya penanganan Covid-19 bersama dana stimulus yang juga dilakukan. Namun perbedaannya adalah Inggris baru saja mengalami Brexit dan membentuk kerja sama baru dengan beberapa negara.

Sehingga hal tersebut menjadi sentimen positif untuk GBP yang membuat nilainya terus naik. Dari sisi teknikal GBPUSD kemungkinan akan mulai bergerak naik setelah pekan lalu terlihat berfluktuasi.

Pergerakan Harian GBPUSD

Saat ini GBPUSD masih bergerak turun melanjutkan pergerakannya sejak pekan lalu. Namun pembukaan positif pada pekan ini menandakan adanya potensi pergerakan naik.

Jika batas atas pada $1,38957 dapat ditembus, kemungkinan pergerakan GBPUSD ke depannya akan mulai naik keluar dari zona depresiasi. Target jangka panjang kemungkinan berada pada $1,40000 sebelum terus bergerak naik bersama dana stimulus Amerika.

Pergerakan naik juga didukung oleh indikator RSI yang walau mengalami koreksi saat ini, memiliki bullish divergence dengan harga. Indikator MACD dan MA Cross belum memperlihatkan potensi apresiasi.

Sehingga, kemungkinan besar apresiasi baru akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama pada pembukaan candlestick Hari Selasa, 9 April 2021.

Tags: