Saham JPFA diprediksi akan mengalami apresiasi yang cukup signifikan dalam waktu dekat akibat sisi teknikal. Namun, apresiasi tersebut kemungkinan besar akan tertekan oleh tekanan jual yang datang dari faktor perekonomian nasional dan global.

JPFA Diprediksi Naik Namun Tertekan

Saat ini, pasar saham sedang dihadapi oleh beberapa faktor yang menekan pergerakannya untuk naik lebih tinggi. Beberapa faktor tersebut datang dari faktor internal perekonomian Indonesia maupun faktor perekonomian global.

Saat ini dari Indonesia, faktor yang menjadi penyebab penahan apresiasi adalah faktor PSBB atau pembatasan sosial berskala besar. Faktor PSBB ini dikabarkan telah membuat mayoritas saham mengalami tekanan yang cukup signifikan, walau pekan ini dibuka dengan hijau.

PSBB saat ini memiliki dampak yang besar akibat berskala cukup besar yaitu seluruh Jakarta yang beberapa waktu lalu terlihat selalu ditunda. Kabar ini membuat mayoritas pelaku pasar khawatir terhadap ruang gerak perekonomian.

Baca juga: Apa Itu Proses Delisting Pada Bursa Saham Indonesia?

Hasilnya kabar ini memberikan sentimen negatif terhadap perekonomian dan terutama terhadap pasar saham. Perekonomian global juga terlihat menekan pergerakan pasar saham akibat angka covid-19 yang terlihat naik.

Tekanan terhadap pasar saham ini terlihat terjadi bersama dengan harga minyak yang kembali tertekan. Hasilnya beberapa saham terutama di sektor energi mulai tertekan yang membuat harganya jatuh.

Sisi Teknikal Mendukung

Akibatnya walau tidak memiliki sentimen negatif, JPFA terdampak akibat IHSG secara agregat yang sedang terimbas sentimen negatif. Oleh karena itu, saham JPFA saat ini sedang bergerak turun yang terlihat merupakan koreksi yang cukup dalam.

Tetapi kemungkinan besar koreksi ini tidak akan bertahan lama akibat ada kemungkinan harga akan naik. Kemungkinan ini sangat didukung oleh sisi teknikal akibat pergerakan harga secara murni walau belum ada konfirmasi.

Pergerakan Harian JPFA

Saat ini dapat dilihat bahwa terbentuk pola bullish flag walau harga sedang bergerak turun. Pergerakan turun ini membawa harga ke batas bawah pola tersebut yang menunjukkan potensi apresiasi jika pola bertahan.

Potensi apresiasi ini walau belum terkonfirmasi oleh pola candlestick, telah terkonfirmasi oleh Indikator MACD dan RSI yang menunjukkan potensi apresiasi. Sehingga ada kemungkinan besar saat ini adalah saat yang tepat untuk membeli.

Jika melakukan pembelian, kemungkinan besar target yang tepat adalah pada Rp 1.537 dengan batas pengaman antara Rp 1.494 dan Rp 1.451. Jika setelah itu naik, kemungkinan besar target selanjutnya berada pada Rp 1.651 sebelum naik ke Rp 1.691 dan Rp 1.763.

Tags: