Jerome Powell, Presiden Bank Sentral Amerika atau The Fed, baru saja membuat pernyataan melalui pidatonya kemarin malam pukul 22.00.

Pidato tersebut berisi bahwa ia masih akan terus mendorong kebijakan ekspansif Amerika hingga target inflasi tercapai.

Jerome Powell Mendukung Kebijakan Ekspansif

Dalam pidato tersebut beliau menyatakan bahwa bank sentral masih akan terus melakukan beberapa kebijakan ekspansif untuk mendorong perekonomian Amerika.

Hal ini disebabkan menurutnya target inflasi pada 2% masih akan terus dikejar dalam jangka panjang untuk memulihkan kondisi perekonomian.

Namun, saat ini yang mengkhawatirkannya adalah pembelian surat utang negara yang terjadi lebih cepat dari rencananya.

Sehingga saat ini pandangan ekspansif masih akan diterapkan kemungkinan dalam beberapa saat ke depan yang kemungkinan dapat menurunkan nilai Dolar Amerika.

Saat ini suku bunga acuan juga memilik indikasi untuk diturunkan kembali walau sudah berada di 0,25%. Kemungkinan akibat kerangka ekspansif dengan suku bunga acuan pada 0% hingga 0,25% kebijakan ekspansif ini masih akan berlanjut.

Selain itu, dengan adanya dana stimulus dari Presiden Joe Biden, kemungkinan jumlah uang beredar akan bertambah secara drastis yang secara ekonomi akan menurunkan nilai Dolar Amerika.

Indeks Dolar Amerika Masih Turun

Pergerakan Dolar Amerika saat ini terlihat masih berkonsolidasi namun kabar ini berpotensi kembali membuat Dolar Amerika turun.

Pergerakan Harian Indeks DXY

Hingga saat ini konsolidasi masih berlanjut namun terbentuk pola head and shoulders yang menandakan adanya potensi koreksi.

Kemungkinan besar, tujuan selanjutnya berada di sekitar 89 yang menandakan kelanjutan pergerakan depresiasi Dolar Amerika terhadap beberapa mata uang utama.

Sehingga, jika hari ini sudah mulai terkonfirmasi pergerakan depresiasi, kemungkinan muncul beberapa kesempatan untuk mengambil posisi jual terhadap Dolar Amerika.

Baca juga: Presiden Bank Sentral Eropa Pidato, Fokus Pemulihan Ekonomi

Indikator MACD dan RSI juga masih terlihat netral walau memperlihatkan tanda pergerakan turun akibat adanya volume jual.

Sehingga untuk keuntungan, kemungkinan besar trader dapat melihat beberapa mata uang utama seperti Euro, Pound, Dolar Australia, dan beberapa mata uang lainnya yang sedang kuat.

Hal ini disebabkan adanya potensi keuntungan jika mengambil posisi beli dari pasangan mata uang tersebut dengan Dolar Amerika.

 

Tags: