Presiden Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde, baru saja memberikan pidatonya pada 22 Februari 2021. Pidato tersebut nampaknya memberikan dampak yang signifikan akibat membentuk harapan baru untuk Eropa.

Presiden Bank Sentral Eropa Pidato

Pidato tersebut menyampaikan beberapa kabar mengenai perekonomian Eropa ke depannya yang nampak akan fokus kepada pemulihan dari Covid-19.

Saat ini pandangan Bank Sentral Eropa masih akan terfokus pada kebijakan ekspansif terutama dengan adanya dana stimulus tambahan.

Saat ini Lagarde tampak memiliki salah satu fokus yaitu terhadap UMKM atau usaha mikro kecil menengah yang menurutnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat.

Baca juga: Pound Sterling Bergerak Positif Mendekati Pidato Boris Johnson

Salah satu langkahnya adalah bank sentral akan mempermudah kredit untuk para UMKM untuk mendorong produktivitas mereka.

Saat ini suku bunga acuan juga masih terlihat belum meningkat yang membuat pandangan ekspansif masih dipertahankan bersama adanya dana stimulus.

Sayangnya hambatan saat ini masih terlihat pada angka kasus positif Covid-19 yang terlihat masih positif tinggi.

Angka tersebut belum terlihat mengalami pergerakan menurun dan masih bergerak fluktuatif relatif meningkat yang membuat kekhawatiran dalam perekonomian 2021.

Namun, Lagarde yakin dan percaya bahwa ke depannya perekonomian dapat pulih walau dengan beberapa standar dan perangkat yang baru untuk menanggapi krisis berikutnya.

Dampak Terhadap Euro

Selain itu, pemerintah juga akan mulai meletakkan fokusnya ke isu lingkungan dimana ke depannya Eropa akan mulai mengadopsi energi terbaharukan lebih tinggi.

Dukungan yang dapat diberikan oleh bank sentral adalah beberapa kebijakan yang dapat mendorong produktivitas di sektor energi terbaharukan.

Namun dengan adanya pandangan ekspansif ini, kemungkinan besar Euro belum akan menguat kembali terhadap beberapa mata uang utama.

Namun, pelemahan ini nampaknya merupakan suatu hal yang masih wajar terutama untuk menghadapi kondisi saat ini.

Selain itu, nampaknya kebijakan ekspansif ini juga merupakan salah satu cara intervensi stabilitas Euro akibat beberapa pekan terakhir Euro terlihat mengalami apresiasi, terutama terhadap Dolar Amerika.

Sehingga ke depannya kemungkinan besar Euro akan mulai terdepresiasi namun tidak secara signifikan.

Tags: