Untuk menggenjot kinerja tahun ini PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menyiapkan belanja modal (capex) sebanyak Rp 1,9 triliun. Modal ini adalah 15,15% lebih besar dari realisasi belanja modal pada tahun lalu sebesar Rp 1,65 triliun.

Japfa Gelontarkan Dana Belanja Baru

Sumber dana belanja modal tahun ini akan diperoleh dari kas internal dan sisanya dari menerbitkan Sustainability-Linked Bond (SLB).

Tapi, belanja modal tahun ini masih jauh dari jumlah pada tahun 2019 sebesar Rp 3,07 triliun. Menurut Kepala Divisi Pembibitan Ayam dan Peternakan Komersial JPFA, A Harwanto, jumlah capex tersebut sudah termasuk belanja modal untuk pemeliharaan tahunan.

Adapun, JPFA akan melakukan sejumlah perluasan sektor usaha pada 2021 sejalan dengan kondisi ekonomi yang lebih baik dari tahun sebelumnya. JPFA berencana untuk membangun atau menambah kapasitas fasilitas di beberapa lini usahanya.

Baca juga: Telkomsel Suntik Gojek, Begini Kondisi Sahamnya!

Untuk sektor ayam komersial, dikabarkan perseroan juga akan menambah commercial broiler farm dan commercial layer farm. Penambahan fasilitas-fasilitas tersebut merupakan suatu langkah yang lebih agresif seiring dengan kondisi yang membaik dari tahun sebelumnya.

Saat ini, penyerapan belanja modal pada kuartal pertama tahun ini masih minim yakni sekitar Rp 150 miliar. Penggunaan belanja modal akan signifikan pada kuartal kedua, tiga, dan terakhir.

Adapun, pada 23 Maret lalu, JPFA telah berhasil menerbitkan Sustainability-Linked Bond (SLB) dalam mata uang Dolar Amerika, pertama dari Asia Tenggara. SLB tersebut bernilai US$350 juta, dan SB ini juga merupakan yang pertama diterbitkan oleh pelaku usaha dalam industri agri-food global.

Nantinya, dana tersebut akan digunakan untuk melunasi seluruh surat utang pada 2022 sebesar US$250 juta. Sisa dananya akan disalurkan untuk kebutuhan korporasi umum tapi tidak terbatas pada belanja modal, modal kerja dan pelunasan pinjaman.

Kondisi Saham Perusahaan

Untuk saham perusahaan, nampaknya JPFA masih dapat mempertahankan pergerakan apresiasinya selama beberapa pekan terakhir. Sejak Februari 2021 akhir, JPFA masih terlihat dapat bergerak naik walau saat ini sedang berada di batas bawah apresiasi.

Kemungkinan besar apresiasi juga didukung oleh banyaknya ketertarikan terhadap JPFA yang hingga saat ini masih dinilai memiliki fundamental yang baik. Hal tersebut juga didukung oleh kekuatan JPFA yang masih dapat memiliki angka dividen yang relatif menarik.

Oleh karena itu, melihat ketertarikan tersebut, JPFA masih memiliki pergerakan yang cukup positif. Pergerakan ini juga cukup mengesankan akibat kondisi mayoritas saham saat ini yang sedang mengalami depresiasi terutama dengan tertekannya IHSG.

Namun dalam jangka pendek saat ini JPFA terlihat sedang bergerak turun ke batas bawah zona apresiasi. Pergerakan ini dapat dijadikan kesempatan untuk membeli akibat masih relatif menariknya JPFA.

Tapi jika harga melewati Rp2.000 atau Rp1.800 kemungkinan besar apresiasi dalam jangka pendek dan menengah akan semakin kecil kemungkinannya. Namun jika melihat sentimen di sekitarnya, pergerakan ini dapat dijadikan kesempatan membeli.

Dilansir dari IPOTNews

 

Tags: