Investor asing kembali melakukan dorongan beli bersih dalam perdagangan tiga hari terakhir. Pada perdagangan pekan lalu, tepatnya Hari Rabu, investor asing mencatat pembelian sebesar Rp1,03 triliun, lalu di hari selanjutnya juga masih mencetak pembelian bersih Rp291,41 miliar.

Investor Asing Melakukan Dorongan Beli

Pada perdagangan Jumat lalu, investor asing kembali mencatatkan aksi beli bersih sebesar Rp251,25 miliar. Dalam sepekan, jumlah pembelian bersih investor asing tercatat Rp838,33 miliar di seluruh pasar.

Analis Philip Sekuritas, Anugerah Zamzami Nasr, mengatakan bahwa sejumlah faktor membuat investor asing kembali masuk ke pasar saham dalam negeri. Salah satunya adalah imbal hasil surat utang Amerika Serikat atau US Treasury bertenor 10 tahun berada di bawah 1,6% untuk pertama kali sejak tanggal 25 Maret.

Baca juga: TPIA Resmi Bagi Dividen 75% dari Laba 2020, Perusahaan Membaik

Hal ini karena investor sudah mulai menerima sikap tegas the Fed yang tetap akan mempertahankan kebijakan moneter terhadap inflasi. Faktor lain adalah data PDB China yang tumbuh 18,3% per tahun di kuartal pertama 2021.

Dari dalam negeri, kata Zamzami, data neraca dagang Indonesia juga cukup baik, dengan Maret surplus sebesar $1,56 miliar. Hal tersebut disebabkan ekspor yang tumbuh 30,5% dan impor sebesar 25,7%.

Rekomendasi Saham Mayoritas Analis

Terdapat beberapa saham utama yang dijadikan target oleh investor asing dalam beberapa hari terakhir.  Saham perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menjadi rekomendasi.

Dua saham barang konsumen seperti PT Unilever Indonesia (UNVR) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA). Terdapat saham lainnya seperti PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Timah Tbk (TINS), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT PP Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), , dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

Dari saham-saham tersebut, mayoritas analis menilai saham BBNI, INDF, BBRI, dan JPFA menarik untuk dicermati. Hal tersebut disebabkan fundamental yang baik dan potensi kenaikan harga yang kuat.

Adapun untuk target harga BBNI di Rp 7.300 per saham, INDF di Rp 8.700  per saham, BBRI di Rp 5.100 per saham, dan JPFA di Rp 2.200 per saham. Seluruh target tersebut disampaikan oleh analis Philip Sekuritas, Anugerah ZamZami, Nasr.

Dilansir dari Investasi Kontan

 

Tags: