Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat terbuka menurun pada 1 Februari 2021 ini bersama mayoritas bursa dunia yang mengalami koreksi. Akibatnya, prediksi dari mayoritas analis mengenai apresiasi di awal Februari nampaknya terlihat kandas.

Hal ini disebabkan masih banyaknya sentimen negatif di sekeliling IHSG yang dapat mendorong pergerakannya terus turun. Sehingga investor diharapkan bersiap untuk menghadapi koreksi bahkan depresiasi.

IHSG Tertekan

Pagi ini, IHSG terbuka turun sekitar 1,6% hanya dalam 5 menit pertama perdagangannya. Walau IHSG sering terbuka terkoreksi, pergerakan ini telah membawa IHSG terus turun setelah mengalami depresiasi beberapa hari terakhir.

Saat ini IHSG sudah kembali ke bawah Rp6.000 meninggalkan beberapa investor yang melakukan pembelian saham-saham saat berada di daerah atas tersebut. Saat ini mayoritas analis memprediksi bahwa IHSG dapat naik kembali.

Baca juga: Mengenal Istilah Bandarmology di Pasar Saham Indonesia

Namun nampaknya, melihat sentimen yang masih negatif di sekitar IHSG, kemungkinan besar hal tersebut akan sulit. Dua sentimen utama yang membatasi pergerakan IHSG dan perekonomian nampaknya adalah Covid-19 yang telah menembus angka 1 Juta dan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Sentimen lainnya adalah kasus-kasus pengaruh kecil seperti sentimen korupsi dari BPJS dan prediksi pertumbuhan ekonomi dari pemerintah. Tetapi, masih banyak pihak yang memprediksi bahwa IHSG masih memiliki sentimen positif untuk naik.

Masih Memiliki Harapan Apresiasi

Kabar vaksin dan perekonomian global yang nampaknya akan berubah dengan Amerika yang saat ini resmi di bawah kepemimpinan Joe Biden, kemungkinan akan menjadi penyebab apresiasi kembali.

Tetapi, jika melihat dari sisi teknikal, nampaknya koreksi IHSG dapat terus terjadi dalam jangka menengah. Namun, tidak menutup kemungkinan perubahan pergerakan terjadi, mengingat pasar yang sangat fluktuatif beberapa pekan terakhir.

Pergerakan Harian IHSG

Melihat indikator RSI yang sudah berada di zona oversold dan candlestick pagi ini yang sudah membentuk wick panjang, nampaknya potensi apresiasi masih ada. Jika ternyata IHSG naik dari titik 61,8%, kemungkinan besar apresiasi akan kuat kembali mengingat teori rasio emas.

Saat ini, selama Rp5.825 berhasil ditahan, kemungkinan harapan mengalami pergerakan naik, masih ada. Tujuan selanjutnya kemungkinan berada di Rp5.932 sebelum kembali ke daerah Rp6.000.

Namun, jika turun, kemungkinan besar tujuan selanjutnya berada pada Rp5.676 yang jika terus ditembus nampaknya akan menutup harapan apresiasi dalam jangka pendek.

Tags: