Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diprediksi melemah akibat adanya pidato bank sentral AS, The Fed. Pergerakan ini sangat umum akibat pidato The Fed umumnya memberikan dampak besar terhadap kondisi mata uang dan pasar keuangan.

IHSG Berpotensi Melemah

Analis Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper Jordan, menyebut pergerakan indeks masih akan terbatas. Saat ini, investor masih akan melakukan aksi tunggu menanti pidato Gubernur bank sentral Amerika Jerome Powell.

“IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal, pergerakan IHSG masih berada dalam trend pelemahan namun terlihat rentang pelemahan mulai terbatas,” kata Dennies seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Dia memproyeksikan indeks saham bergerak di rentang support 5.917-5.938 dan resistance 5.991-6.023. Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya, memiliki pandangan yang sama.

Ia menilai gelombang tekanan terhadap IHSG masih akan berlanjut terutama dengan adanya pidato dan potensi pelemahan dari pidato Powell.

Baca juga: ADRO Tebar Dividen Walau Terhambat Pandemi Covid-19

Apabila IHSG tidak dapat mempertahankan level support terdekat, maka IHSG berpotensi berada dalam tekanan sampai beberapa waktu mendatang, menurutnya.

“Fuktuasi nilai tukar rupiah dan harga komoditas juga turut memberikan sentimen terhadap pergerakan IHSG. Hari ini IHSG berpotensi bergerak dalam rentang konsolidasi wajar,” jelas William.

Ia memprediksi IHSG melaju di rentang support 5.827 dan resistance 6.088. Adapun saham-saham pilihannya yaitu BBCA, BBNI, AALI, CTRA, SMRA, TBIG, dan ROTI.

Dampak Pidato The Fed

Pidato Jerome Powell umumnya memberikan volatilitas yang tinggi, terutama dalam pasar forex. Namun, pasar saham dan crypto umumnya juga terkena dampak dan relatif melemah menjelang pidato tersebut.

Hal ini disebabkan pidato tersebut menentukan pandangan kebijakan moneter dari bank sentral yang dapat mempengaruhi kondisi perekonomian. Mengantisipasi dampak kebijakan, ummumnya investor menarik terlebih dahulu atau menunggu hingga kondisi ketidakpastian selesai.

Sebab dengan pidato yang memberikan ketidakpastian, kondisi pasar keuangan umumnya juga bergerak fluktuatif. Dampak dari pidato tersebut adalah pandangan baru terhadap perekonomian Amerika dalam beberapa bulan ke depan.

Jika pidato memberikan pandangan ekspansif, kemungkinan pasar keuangan akan kembali menguat akibat pencari pelindungan dari inflasi. Namun, jika relatif kontraktif umumnya investor akan lebih menahan dana akibat mencari keuntungan lebih tinggi dari deflasi.

Dengan kondisi Pandemi yang juga belum pasti, ketidakpastian menjadi lebih tinggi di pasar keuangan. Oleh karena itu, pidato ini akan memberikan kejelasan lebih dalam mengenai perekonomian Amerika yang akan berdampak pada global, termasuk IHSG.

Dilansir dari CNN Indonesia

 

Tags: