Harga CPO dikabarkan telah mengalami apresiasi yang cukup signifikan setelah sebelumnya turun akibat pandemi Covid-19. Apresiasi ini terjadi sejak Maret 2020 dan membuat harganya saat ini mencetak rekor tertinggi dalam 8 tahun terakhir.

Harga CPO Naik

Hingga Bulan November ini, harga CPO atau crude palm oil yang merupakan kata lain dari minyak kelapa sawit mentah, mengalami apresiasi yang cukup signifikan. Apresiasi ini terlihat pada harga di bursa Malaysia dan juga Indonesia.

Pada bursa kontrak jangka panjang  Malaysia, hingga November ini, harga CPO dikabarkan telah mencapai 3.300 Ringgit Malaysia per ton. Harga CPO FOB Indonesia sendiri mengalami apresiasi hingga menembus Rp 9.000 per kilogram di Kalimantan.

Apresiasi ini tidak lepas dari sentimen La Nina yang merupakan salah satu faktor alam yang tidak dapat dikendalikan. Akibat adanya La Nina, harga CPO terangkat dan melihat sejarah sebelumnya, adanya La Nina dapat meningkatkan harga CPO hingga 40%.

Akibat dari apresiasi ini, beberapa saham kelapa sawit di Indonesia mengalami apresiasi yang juga cukup menguntungkan pada investor. Beberapa saham ini adalah BWPT, LSIP, AALI, TBLA, SMSS, dan SIMP. Namun salah satu yang mengalami apresiasi yang cukup signifikan dan tergolong saham stabil adalah LSIP.

Saham LSIP Naik Signifikan

Dikabarkan bahwa LSIP dan BWPT menjadi dua saham yang mengalami apresiasi secara signifikan dengan BWPT naik sekitar 2,91% dan LSIP naik 0,93%. Namun mengingat BWPT merupakan saham yang memiliki kapitalisasi pasar kecil akibat saham baru dan LSIP yang lebih tinggi, nampaknya pemimpin saat ini dalam apresiasi adalah LSIP.

Oleh karena itu, ke depannya, kemungkinan akan terus terjadi apresiasi dalam kedua saham dan LSIP akan lebih merasakan apresiasi tersebut. Hal ini disebabkan oleh sisi teknikal yang juga mendukung apresiasi untuk terjadi akibat saat ini harga sedang menembus batas atas pergerakan.

Pergerakan Harian LSIP

Hari ini pergerakan sedang mengalami apresiasi dan sedang berusaha bertahan di atas batas atas setelah menembusnya. Setelah perdagangan sesi satu hari ini, saham LSIP berada di atas Rp 1.080 dan terlihat masih akan terus naik.

Namun kemungkinan besar apresiasi ini tidak akan sebesar pagi ini yang sempat menembus Rp 1.100. Tetapi belum ada pertanda melemah akibat hingga jeda sesi perdagangan, harga masih terus naik.

Jika terus naik, kemungkinan tujuan selanjutnya berada pada Rp 1.172 sebelum naik ke Rp 1.222 dan kemudian Rp 1.275 untuk berikutnya terus naik ke atas. Prediksi ini sejalan dengan Indikator MACD yang memperlihatkan masih adanya kemungkinan apresiasi akibat berada di atas zona netral.

Baca juga: Bank BCA Catat Laba Terbesar di Kuartal Ketiga Dibanding Bank Lain

Namun Indikator RSI memperlihatkan pergerakan yang mulai menyentuh zona overbought yang kemungkinan mengindikasikan adanya koreksi. Pergerakan ini sejalan dengan turunnya volume beli pada hari ini yang dapat mengindikasikan adanya koreksi.

Jika ternyata turun target berikutnya kemungkinan berada pada Rp 1.018 sebelum terus turun ke bawah. Namun nampaknya dengan banyaknya sentimen positif saat ini, depresiasi yang menerus, belum akan terjadi.

Tags: