Harga bitcoin mencetak rekor tertinggi hari ini untuk tahun 2020 dan belum terlihat akan melemah. Namun, dengan banyaknya FOMO yang didorong oleh keserakahan serta Return of Investment (ROI) yang telah menjadi sangat tinggi, bitcoin kemungkinan mengalami koreksi di depan.

Menurut grafik yang dibentuk dari kejadian Black Thursday, kenaikan setinggi ini akan berujung pada koreksi yang sangat tajam sebelum kembali naik. Teori ini menjadi populer dan menjadi salah satu bahasan utama untuk pergerakan bitcoin di depan.

Harga Bitcoin Mencetak Rekor Tertinggi 2020

Hari ini, bitcoin mencapai harga tertinggi di 2020 setelah melewati $12.000 dan berada di $12.500. Keseluruhan pasar kripto saat ini sedang naik sekitar 80% sejak awal 2020, dengan bitcoin yang naik 70%.

Grafik Kenaikan Harga Bitcoin

Google Trends menunjukkan bahwa pencarian terhadap mata uang kripto di internet telah naik di tahun ini yang membuat pasarnya terapresiasi. Mayoritas koin dari Coinbase telah naik sekitar 57% dalam satu bulan terakhir, dan indeks kekhawatiran dan keserakahan kripto telah mencapai angka yang tinggi.

Baca juga: Analisis Teknikal COMP: Harga Kemungkinan Naik 25%!

Pasar cenderung bergantian antara sentimen kekhawatiran dan keserakahan, dengan mencapai angka tinggi sebelum bergantian. Mayoritas investor dan trader besar di dunia menyarankan untuk berhati-hati terhadap mata uang kripto akibat indeks ini. Hal ini disebabkan oleh sentimen indeks ini yang dapat merubah kondisi pasar secara tiba-tiba. Terakhir kali indeks ini mencapai angka yang tinggi adalah saat bitcoin berada di atas harga saat ini dengan penurunan dari harga $14.000.

Kemungkinan Koreksi Sebelum Naik Kembali

Dari harga $14.000, bitcoin kemudian turun ke $4.000 dan kemudian turun kembali ke $3.000. Hari tersebut dinamakan sebagai Black Thursday atau kamis yang kelam. Dengan adanya perubahan dalam indeks kekhawatiran dan keserakahan secara tinggi sangat berkorelasi dengan perubahan harga bitcoin. Korelasi ini dapat dilihat oleh analisis yang dibentuk oleh perusahaan investasi QCP Capital di Singapura yang kemudian menamakan korelasi ini sebagai supercycle.

Supercycle ini dilihat dari pergerakan grafik dengan pola wave yang menunjukkan adanya 5 wave ABCDE dalam segitiga yang mengindikasikan koreksi. Setelah koreksi tersebut, diprediksi bahwa harga kemudian akan naik secara signifikan.

Pola Grafik Wave ABCDE Segitiga Harga Bitcoin Bulanan

Grafik ini menyatakan bahwa $10.000 berperan sebagai titik tertinggi kedua atau wave D sebelum jatuh ke wave E dan kemudian naik. Namun, pergerakan ini tidak terjadi akibat bitcoin naik ke atas $12.000.

Namun, untuk mengkonfirmasi kegagalan pola ini dan kenaikan yang signifikan, harga harus mencapai $14.000 dan terus bergerak di atasnya. Jika harga tidak dapat naik ke atas $14.000, pola ini menjadi benar, dan koreksi bisa membawa bitcoin ke $7.000. Tetapi kemudian kemungkinan besar setelah $7.000, harga akan naik kembali dan menjadi awal apresiasi yang signifikan.

Dilansir dari News BTC