Euro Summit, adalah sebuah pertemuan oleh perwakilan dari beberapa negara yang ada dalam kesatuan Uni-Eropa. Rapat tersebut terjadi pada Hari Jumat, 26 Maret 2021, yang merupakan hari ini, dan terjadi dalam satu hari penuh, menurut data dari FX Calender.

Euro Summit Hari Ini

Diprediksi bahwa rapat ini akan membicarakan tentang pandangan perekonomian untuk kuartal kedua 2021. Dalam rapat ini diprediksi bahwa beberapa kebijakan juga akan dibicarakan terutama untuk melawan Covid-19.

Selain itu, nampaknya perbincangan tersebut juga akan membahas tentang stabilisasi Euro yang terlihat kembali melemah terhadap Dolar Amerika. Semua pembahasan yang akan terjadi diprediksi terjadi akibat adanya dampak dari pemulihan Covid-19.

Saat ini, Eropa sedang memperlihatkan pandangan ekspansif dalam perekonomiannya. Pandangan tersebut telah berhasil mengangkat Eropa untuk mulai pulih dalam perekonomiannya setelah tertekan Covid-19.

Baca juga: Pound Inggris Turun, Dikabarkan Akibat Data Perekonomian

Dari rapat ini, kemungkinan akan terjadi sebuah keputusan mengenai pandangan ini. Dengan mulai pulihnya perekonomian, ada kemungkinan bahwa kebijakan ekspansif tersebut akan dikurangi.

Sehingga, walau pandangan ekspansif tetap akan diterapkan secara garis besar, ada kemungkinan kebijakan tersebut akan dikurangi. Beberapa langkahnya kemungkinan besar akan dilakukan melalui bank sentral dengan perubahan suku bunga.

Namun, saat ini pemerintah masih tetap dalam pandangan fiskal untuk menjaga kondisi dana stimulus Eropa untuk terus berjalan. Oleh karena itu, masih terdapat ketidakpastian dalam pandangan negara-negara tersebut, yang akan diperjelas dalam rapat ini.

Pergerakan Indeks Euro

Saat ini Euro terlihat terus melemah sejak Bulan Maret 2021, terhadap beberapa mata uang utama. Hal tersebut menandakan adanya sentimen negatif terhadap perekonomian Eropa di akhir kuartal pertama 2021.

Pergerakan Harian Indeks Euro (EXY)

Kemungkinan besar, ke depannya pergerakan akan terus turun akibat adanya pergerakan turun melewati batas pengaman sejak November 2020. Hal ini kemungkinan besar adalah dampak dari Dolar Amerika yang menguat.

Mengingat fungsi Dolar Amerika yang menguat dan sifatnya sebagai mata uang pengaman, saat ini aset berisiko bergerak turun akibatnya. Euro yang dianggap sebagai mata uang berisiko, akibatnya menjadi bergerak turun.

Sehingga, hingga adanya intervensi dari pemerintah atau Bank Sentral Amerika, kemungkinan besar Euro akan terus bergerak turun. Saat ini tujuan berikutnya nampak berada pada batas pengaman yang ada di Oktober 2020.

Tags: