Amerika saat ini diprediksi akan mengalami inflasi yang cukup tinggi dalam beberapa bulan ke depan akibat adanya beberapa sentimen. Mata uang yang sebelumnya dianggap sebagai pengaman ini, terlihat mulai kehilangan statusnya akibat terdepresiasi beberapa bulan terakhir.

Dengan adanya depresiasi dari Dolar Amerika, terdapat pertanyaan apakah mata uang pengaman masih tetap aman. Untuk melihat hal tersebut, analisis akan dilakukan mengenai pergerakan nilai mata uang pengaman terbesar lainnya yaitu Yen Jepang dan Swiss Franc.

Inflasi Amerika Buat Dolar Amerika Terdepresiasi

Saat ini Amerika sedang diserang oleh beberapa sentimen yang nampaknya akan menurunkan nilai dari Dolar Amerika. Hal ini disebabkan adanya target inflasi yang dikejar yang kemungkinan akan lebih tinggi dari tujuan awal.

Namun kondisi lebih tinggi tersebut dikabarkan merupakan tujuan dari Jerome Powell yang ingin melihat jumlah Dolar Amerika naik. Hal tersebut dilakukan untuk mendorong kembali perekonomian Amerika yang lesu akibat Covid-19.

Saat ini Kepala Bank Sentral Amerika, Jerome Powell, menyatakan bahwa kemungkinan besar suku bunga acuan tidak akan naik hingga 2024. Selain itu, ia menetapkan bahwa ke depannya inflasi akan dibiarkan naik lebih dari 2%.

Hal tersebut diperburuk dengan Joe Biden, Presiden Amerika, yang memiliki target anggaran infrastruktur senilai $2 Triliun ditambah dengan $1,9 Triliun dana stimulus. Sehingga ke depannya kemungkinan besar inflasi akan terjadi dengan tinggi dan dengan cepat.

Yen Jepang dan Swiss Franc Masih Lebih Kuat

Oleh karena itu, Dolar Amerika kemungkinan besar akan mulai kehilangan kedudukannya sebagai mata uang pelindung dengan depresiasinya. Hal ini membuat pertanyaan apakah Swiss Franc dan Yen Jepang sebagai mata uang pengaman lainnya bergerak bersama Dolar Amerika.

Jika dilihat dari sisi fundamental, saat ini Jepang, walau masih terlihat kesulitan, sudah mulai mengalami pemulihan dan tidak menurunkan kembali suku bunga acuan. Hal tersebut terlihat dari beberapa data perekonomian yang walau masih belum pulih total, mulai mengalami peningkatan.

Baca juga: Analisis Mata Uang ASEAN Terhadap Dolar Amerika

Sama seperti Swiss yang terlihat masih aman akibat perekonomiannya yang relatif stabil walau terdapat Covid-19. Mengingat kedudukan Swiss yang juga besar di pasar uang, nampaknya mata uangnya masih terlihat aman.

Jika melihat pergerakan ketiga mata uang ini terhadap beberapa mata uang utama, nampaknya Dolar Amerika bergerak sendiri. Hal tersebut membuat Yen Jepang dan Swiss Franc masih terlihat relatif lebih kuat.

Sejak 2020 awal hingga hari ini, Swiss Franc dan Yen Jepang masih berada di angka positif sedangkan Dolar Amerika sudah berada di angka negatif. Swiss Franc masih naik 7,11% hingga hari ini dan Yen Jepang masih naik 0,66%, namun Dolar Amerika terlihat turun 5,37%.

Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa Swiss Franc masih menjadi mata uang terkuat hingga saat ini walau di masa pandemi. Saat ini juga pergerakan berlawanan mulai terlihat, akibat Bulan April Yen Jepang dan Swiss Franc naik sedangkan Dolar Amerika turun.

Jadi nampaknya kedudukan mata uang pengaman hanya hilang di mata uang Dolar Amerika dan dua mata uang pengaman lainnya masih relatif aman.

Tags: