Menteri BUMN memastikan Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) akan memenuhi ketentuan saham beredar minimal 7,5% Bursa Efek Indonesia (BEI).

BRIS Dipastikan Mengikuti Peraturan Free Float

Dalam acara Business Talk (B-Talk) Erick Thohir, menegaskan pasca merger tiga bank BUMN syariah negara jumlah saham beredar hanya tersisa 4,4%.

Seperti tertera dalam prospektus penggabungan bank syariah BUMN, porsi pemegang saham publik tersisa 4,4% dari sebelumnya 18,47%. Ini artinya BRIS tak memenuhi ketentuan saham minimal publik 7,5%.

Namun, dalam acara tersebut, ia menegaskan bahwa BRIS akan segera memenuhi ketentuan free float minimal 7,5%.

Tak menyebutkan mekanismenya, Erick memastikan bahwa kepemilikan pemerintah dalam Bank Syariah Indonesia (BRIS) akan tetap mayoritas di atas 51%.

Upaya menambah free float saham BRIS akan segera dilakukan. Pemerintah Indonesia akan tetap memiliki mayoritas saham di atas 51%, dengan beberapa potensi mekanisme.

Kemungkinan Penerbitan Melalui SWF

Kata Erick, Kementerian BUMN akan membuka peluang bagi investor asing untuk menjadi investor baru pemilik saham hasil merger ini. Caranya adalah melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) milik Indonesia yakni Indonesia Investment Authority (INA).

Jika merujuk keterangan sebelumnya, Kementerian BUMN menyebut tengah merancang rights issue untuk BRIS.

Baca juga: KLBF Buka Pabrik di Myanmar, Ditargetkan Beroperasi Akhir Tahun 2021

Lewat SWF, Kementerian BUMN membuka masuk investor asing sebagai mitra di BRIS. Mekanismenya, investor bisa mengambil saham baru dengan skema block seed ke depan.

Dalam acara yang sama, Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BRIS) Heri Gunadi menyebut, BSI akan memenuhi kewajiban free float di bursa minimal 7,5%. “Ini akan kami lakukan,” ujar Heri.

Menurut Heri likuiditas BRIS masih tebal untuk mendukung bisnis. Dengan aset penggabungan Rp 240 triliun, dana pihak ketiga BRIS juga gendut yakni lebih dari Rp 200 triliun.

Jika BRIS lebih aktif dalam wholesale atau korporasi, seiring dengan proyek infrastruktur, menurut perusahaan, penambahan modal akan dibutuhkan.

Saat ini Saham BRIS sedang mengalami koreksi namun terdapat potensi pergerakan kembali naik akibat beberapa hal.

Beberapa hal tersebut terlihat dari sisi teknikal dimana terdapat potensi pola bullish flag bersama RSI yang netral dan MACD yang menandakan potensi apresiasi.

Selain itu Indikator EMA juga sudah berada di bawah harga yang umumnya menandakan potensi apresiasi. Sehingga saat ini terdapat kesempatan untuk membeli sebelum kemungkinan naik menjadi benar.

Dilansir dari CNBC Indonesia

 

Tags: