Rencana BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) untuk mengurangi investasi di pasar modal menjadi sentimen negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat turun ke bawah Rp6.000, membawa mayoritas saham besar untuk turun.

BPJS Ketenagakerjaan Kurangi Investasi Saham

Hingga akhir Februari 2021, total dana kelolaan BP Jamsostek mencapai Rp489,89 triliun. Adapun porsi investasi saat ini di saham sebesar 14%. Berdasarkan laporan keuangan BP Jamsostek terakhir, porsi saham sebesar 17,21% dengan realisasi imbal hasil sebesar Rp5,01 triliun.

Angka ini di bawah imbal hasil dari surat utang yang sebesar Rp20,07 triliun. Adapun total imbal hasil investasi BP Jamsotek dari semua portofolio perusahaan sebesar Rp29,15 triliun.

Berikut ini daftar 10 besar saham-saham yang dimiliki BP Jamsostek per akhir 2019,

  1. Aneka Tambang (ANTM): 150.060.080 unit
  2. Perusahaan Gas Negara (PGAS): 86.938.700 unit
  3. Telkom Indonesia (TLKM): 46.918.900unit
  4. Bank Rakyat Indonesia (BBRI): 46.687.400 unit
  5. Krakatau Steel (KRAS): 46.533.511 unit
  6. Kalbe Farma (KLBF): 60.068.800 unit
  7. PP London Sumatera Indonesia (LSIP): 34.276.500 unit
  8. Astra International (ASII): 26.308.800 unit
  9. Salim Ivomas Pratama (SIMP): 25.174.900 unit
  10. Vale Indonesia (INCO): 23.782.700 unit

ANTM Saham Terbesar Tapi Naik

Walau ada kabar positif ini, saham terbesar dari daftar tersebut masih terlihat tertutup positif yang menandakan kecilnya imbas dari sentimen. Saat ini ANTM tertutup pada Rp2.250 yang menandakan adanya potensi penutupan positif esok hari.

Baca juga: IHSG Koreksi, Berikut Saran Rekomendasi Analis Sekuritas

Hal tersebut juga terlihat dari sisi teknikal yang mengalami pergerakan pola grafik segitiga menurun. Saat ini, ANTM juga berada di batas bawah yang menandakan potensi apresiasi dalam beberapa hari ke depan.

Pergerakan Harian ANTM

Saat ini batas atas berada pada Rp2.433 yang jika ditembus dapat membawa ANTM keluar dari zona segitiga menurun dan naik lebih tinggi. Batas pengaman apresiasi saat ini berada pada Rp2.162 yang jika ditembus dapat membawa ANTM turun lebih dalam.

Indikator MACD dan Volume sedang berada di zona jual yang dapat menandakan potensi apresiasi akibat MA di MACD mengalami cross. MA Cross berada di dekat harga yang menandakan adanya potensi apresiasi.

Ke depannya masih belum pasti mengingat banyaknya sentimen di sekitar IHSG. Namun secara fundamental ANTM masih memiliki potensi untuk naik lebih tinggi.

Dilansir dari CNBC Indonesia

Tags: