Bitcoin halving merupakan sebuah kejadian yang pada tahun 2020, baru saja terjadi dan merubah dunia bitcoin. Istilah halving ini mungkin masih awam bagi para pemula yang baru saja memutuskan untuk terjun ke dunia bitcoin. Oleh karena itu, sangat penting untuk mendalami sebenarnya apa itu bitcoin halving dan bagaimana dampaknya terhadap dunia bitcoin.

Bitcoin Halving

Bitcoin halving merupakan sebuah fenomena dimana jaringan bitcoin yaitu blockchain, memberikan para penambangnya pengurangan dari hasil kegiatan tambangnya. Penambang bitcoin, akan mendapatkan pengurangan sebesar setengah dalam jumlah bitcoin dari sebelum adanya kebijakan halving oleh jaringan. Sehingga, para penambang bitcoin akan mendapatkan hasil yang lebih sedikit daripada periode sebelumnya walau dengan usaha yang sama.

Untuk memperjelas, kebijakan halving telah terjadi selama beberapa kali, diawali pada tahun 2009. Bitcoin halving lebih tepatnya telah dilakukan sebanyak empat kali yaitu pada tahun 2009, 2012, 2016, dan baru-baru ini di Bulan Mei 2020. Halving telah diprogram dalam algoritma jaringan untuk terjadi setelah adanya penciptaan kurang lebih 210.000 blocks yang merupakan kegiatan dari penambangan itu sendiri. Jumlah ini dapat disamakan dengan waktu sekitar empat tahun. Sehingga, setiap empat tahun, para penambang akan mendapatkan hasil tambangan yang lebih sedikit sebesar setengah, dibanding empat tahun sebelumnya.

Jangka waktu empat tahun ini, disesuaikan dengan adanya perkembangan teknologi oleh jaringan. Sehingga walau usahanya sama namun dengan teknologi yang lebih canggih, tidak akan terjadi pemerataan yang sama yang menghilangkan dampak dari halving. Hal ini akibat dari penyesuaian jaringan terhadap teknologi yang berkembang, dimana dengan semakin berkembangnya teknologi, atau cepatnya proses penambangan, akan semakin sulit untuk menambang. Oleh karena itu, dampak dari kebijakan halving tidak akan dikalahkan oleh teknologi.

Baca juga: Kelompok Hacker Mencuri Bitcoin Senilai $200 juta!

Dampaknya Terhadap Bitcoin

Bitcoin, diciptakan oleh seorang atau sekelompok anonimus yang menggunakan nama Satoshi Nakamoto, dengan tujuan untuk membentuk aset yang sama dengan emas. Persamaan ini diharapkan muncul melalui sifat kelangkaannya dan juga stabilitasnya. Halving diprogramkan pada algoritma jaringan untuk mempertahankan sifat ini. Dengan adanya halving, diharapkan bahwa penambang akan mendapatkan bitcoin yang lebih sedikit, sehingga persediaan bitcoin yang beredar juga menurun tiap empat tahun. Dengan menurunnya persediaan, asumsi ekonominya adalah harganya akan naik akibat adanya kelangkaan dan permintaan yang terus meningkat. Sehingga bitcoin dapat tetap menjadi aset yang menguntungkan dan melindungi kekayaan dalam jangka panjang, seperti emas.

Sebagai contoh, setelah tahun 2016, penambangan bitcoin dengan menciptakan satu block akan menghasilkan 12,5 bitcoin. Setelah Mei 2020, penciptaan satu block hanya akan menghasilkan 6,25 bitcoin. Halving pada dua periode ini membuat penambangan bitcoin berkurang dari kurang lebih 1800 bitcoin per hari, menjadi 900 bitcoin per hari. Angka ini berarti sama dengan kurang lebih tingkat pertumbuhan inflasi yang turun dari 3,8% menjadi 1,8%. Hal ini disebabkan oleh inflasi yang disebabkan oleh bertambahnya jumlah suatu hal yang beredar, maka jika inflasi bitcoin turun berarti jumlah yang beredarnya berkurang dalam pertumbuhannya di jangka panjang. Sehingga, nilainya tidak terdepresiasi lebih tinggi dan stabilitasnya terjaga.

Pada akhirnya, dengan adanya halving setiap kurang lebih empat tahun, maka bitcoin yang akan dihasilkan juga akan berkurang terus. Diperkirakan bahwa pada tahun 2140, penambangan akan berhenti karena penciptaan satu block yang akan menghasilkan 0 bitcoin. Pada saat itu terjadi, bitcoin akan bersifat sangat langka dan nilainya akan terus naik jika permintaan juga terus naik.

Seluruh tujuan dari kebijakan halving ini dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai dari bitcoin, agar tetap bersifat langka dalam persediaannya dan selalu naik nilainya. Tujuan ini didasari oleh pencipta bitcoin yang telah memprogram bitcoin untuk bersifat seperti emas. Sehingga, kebijakan halving ini memang bagian dari bitcoin. Namun kedepannya, kebijakan ini belum dipastikan akan bergerak sesuai tujuannya. Hal ini akibat ketergantungannya juga terhadap permintaan pasar. Jika permintaan pasar tidak meningkat, dalam jangka waktu panjang nilai bitcoin akan stagnan. Sehingga, penting juga melihat respon pasar terhadap kebijakan ini untuk melihat dampak sebenarnya dari tujuan ini.

Tags: