Bursa Efek Indonesia (BEI) baru saja memiliki saham baru yang melantai pada hari ini Senin, 8 Maret 2021. Emiten ini adalah Emiten yang bergerak di bidang jasa pertambangan dan jasa sewa menyewa peralatan pertambangan.

Baru Melantai, UNIQ Terkena

Saham tersebut adalah saham dari PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) yang resmi mencatatkan saham perdana atau listing hari ini. Saat perdana diperdagangkan, saham UNIQ naik hingga 41 poin atau 34,75% ke harga Rp 159.  Apresiasi ini cukup signifikan akibat saat dibuka, saham ini berada di harga Rp 118.

Akibat apresiasi ini, saham UNIQ terkena auto rejection atas atau ARA yang membuatnya tidak dapat diperdagangkan lagi hari ini. Namun apresiasi ini masih membuktikan potensi yang besar dari saham IPO untuk mendapatkan keuntungan.

Walau mengalami apresiasi yang terkesan di harga kecil, apresiasi tersebut hampir mencapai 35% dimana pada umumnya, apresiasi terjadi hanya 8% hingga 10% di hari baik.

UNIQ mencatatkan volume perdagangan hingga 9.400 saham, dengan nilai mencapai Rp 1,54 juta. Pada hari ini, sahamnya terlihat diperdagangkan sebanyak 32 kali pertanda baik terhadap saham yang baru saja melantai.

UNIQ melepas 300 juta saham baru atau setara 9,56% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga sahamnya ditawarkan dengan harga Rp 118 per saham, sehingga total dana yang dikantongi UNIQ dalam proses IPO mencapai Rp 35,4 miliar.

Potensi Apresiasi Terus Berlanjut

Mengingat saat ini sektor pertambangan sedang diminati, UNIQ memiliki potensi untuk terus naik lebih tinggi. Apresiasi ini terutama akan terjadi dengan beberapa harga kontrak komoditas bulan ini yang naik, seperti batu bara.

Dengan pemulihan perekonomian yang diprediksi akan terjadi pada 2022, kemungkinan besar saham pertambangan akan mendapatkan sentimen positif. Sehingga, mengingat UNIQ baru saja melantai, potensinya masih sangat besar.

Untuk sisi harga hingga saat ini belum dapat diprediksi akibat masih bergantung pada satu candlestick yang merupakan perdagangan hari ini. Namun, mengingat beberapa saham yang baru melantai sebelumnya, potensi apresiasi masih terdapat.

Baca juga: Perekonomian Amerika Membaik, Saham Global Tertekan

Kemungkinan besar UNIQ dapat mencapai harga Rp 200 per saham namun juga memiliki potensi koreksi yang cukup tinggi. Koreksi ini kemungkinan dapat datang saat suspensi berakhir akibat pengambilan keuntungan.

Tapi masih ada kemungkinan bahwa setelah suspensi dibuka, terdapat potensi apresiasi yang tinggi seperti beberapa saham baru sebelumnya. Sehingga saat ini target kemungkinan berada di Rp200 jika pekan ini dibuka kembali dengan batas pengaman di Rp118 yaitu harga awal.

Dilansir dari Investasi Kontan

 

Tags: