Bank Indonesia baru saja mempublikasikan penetapan suku bunga acuan BI 7 Day Repo Rate pada 4% untuk Bulan Oktober 2020. Angka ini merupakan angka yang sama dari beberapa bulan terakhir yang menegaskan kehati-hatian pendekatan bank sentral terhadap kebijakan moneter.

Bank Indonesia Mempertahankan Suku Bunga Acuan

Hari Selasa, 13 Oktober 2020, Bank Indonesia baru saja resmi menetapkan suku bunga acuan untuk Bulan Oktober ini melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG). Terlihat bahwa pada bulan ini BI 7 Day Repo Rate akan tetap pada 4% mengikuti angka sejak Juli 2020 yang tidak berubah. Penetapan ini juga bersama dengan penetapan Depocit Facility Rate pada 3,25% dan Lending Facility Rate pada 4,75%.

Keputusan penetapan ini dikabarkan terjadi akibat pendekatan yang hati-hati oleh bank sentral, terutama untuk menjaga nilai tukar rupiah. Namun, sudut pandang bank sentral masih terfokus pada kebijakan ekspansif. Hal ini disebabkan oleh pernyataan resmi dari publikasi bank sentral yang masih akan terus mendorong kebutuhan likuidasi. Selain itu, bank sentral juga menyatakan masih akan mendukung pendorongan realisasi anggaran pemerintah sehingga mendorong sinergi dari kebijakan ekspansif moneter dan fiskal.

Secara keseluruhan, bank sentral masih positif terhadap proses pemulihan yang memperlihatkan kemajuan hingga saat ini. Hal ini berarti bahwa bank sentral masih percaya bahwa perekonomian Indonesia sudah mulai membaik. Oleh karena itu, bank sentral merasa bahwa penurunan suku bunga kembali untuk mendorong likuiditas yang lebih masih belum diperlukan. Namun, bank sentral masih terus menerapkan kebijakan moneter langsung melalui operasi pasar terbuka walau dengan tingkat yang lebih rendah.

Dampak Terhadap Rupiah

Akibat penetapan suku bunga acuan yang tidak berubah, nampaknya Rupiah akan mengalami apresiasi. Hal ini disebabkan oleh suku bunga yang tidak turun yang membuat kemungkinan uang beredar untuk naik menjadi lebih kecil walau tetap bertambah. Sehingga, kemungkinan besar Rupiah akan mengalami apresiasi.

Apresiasi ini terlihat dari pergerakannya terhadap salah satu mata uang pengaman utama yaitu Yen Jepang. Terlihat bahwa Rupiah (IDR) mengalami apresiasi terhadap Yen (JPY) setelah adanya kabar penetapan suku bunga acuan.

Pergerakan Harian IDRJPY

Dapat dilihat bahwa kemarin, pergerakan pasangan ini mengalami apresiasi walau hanya sedikit. Namun hari ini, apresiasi tersebut terus berlanjut yang dapat menandakan pergerakan naik kedepannya. Hal ini terlihat dari Indikator RSI yang mulai naik dari zona netral dan juga pergerakan yang naik dari sekitar titik 50% Fibonacci yang menandakan potensi apresiasi.

Baca juga: Data Inflasi Amerika Dipublikasi Malam Ini! Diprediksi Naik

Walau saat ini masih berkonsolidasi, nampaknya pergerakan masih sangat mungkin untuk naik mengingat adanya sentimen positif dari Rupiah. Tetapi, jika ingin terus naik dengan kuat, batas utama yang harus dilalui adalah pada 0.007266 yang merupakan batas atas pergerakan saat ini. Jika berhasil dilalui, nampaknya target selanjutnya ada pada 0.007449 sebelum naik ke 0.007656 kemudian 0.007792 dan akhirnya ke 0.008158.

Tetapi, jika gagal naik, kemungkinan besar konsolidasi akan terus berlanjut atau bahkan pergerakan akan turun dengan semakin buruknya perekonomian. Jika turun dan Yen menguat, nampaknya tujuan selanjutnya berada pada 0.007023 yang merupakan batas bawah saat ini. Apa bila terus turun, tujuan selanjutnya berada pada 0.006793 sebelum menyentuh titik terendah tahun ini pada 0.006480.

Tags: