AUDJPY diperkirakan turun akibat munculnya kembali kasus covid-19 secara besar di Australia. Penurunan ini juga dipicu oleh ketegangan dari pengakuan Cina terhadap Laut Cina Selatan yang dapat memicu bertambahnya konflik.

AUDJPY Diperkirakan Turun Akibat Dua Hal

Akhir-akhir ini, Australia sedang dilanda oleh beberapa bencana yang berpotensi menggoyahkan perekonomiannya. Salah satu dari bencana tersebut yang baru saja meningkat adalah konfliknya dengan Cina. Pemerintah Australia telah menyetujui anjuran dari Amerika untuk terus melawan Cina terutama dalam pengakuannya terhadap zona maritim yang sedang diperdebatkan yaitu Laut Cina Selatan.

Perlawanan terhadap pengakuan Cina terhadap zona ini didasari akibat dari perlakuan Cina yang dianggap tidak sesuai hukum dan dianggap sebagai penindasan. Sehingga, Australia akan terus mendorong untuk melawan perlakuan dari Cina yang merugikan ini. Namun, ketegangan dengan Cina dapat merusak perekonomian Australia sendiri, akibat Cina merupakan rekan dagang terbesar Australia.

Rekan Dagang Australia Berdasarkan Pendapatan

Ditambah dengan Perdana Menteri Scott Morrison yang memberhentikan perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong, ketegangan dengan Cina terlihat akan terus naik. Dengan terus terjadinya ketegangan antara kedua negara ini, Australia meletakkan status rekan dagangnya dalam risiko. Hal ini menjadi masalah akibat pendapatan utama Australia salah satunya adalah dari Cina, sehingga diperkirakan terdapat sekitar $180 Milyar yang berisiko hilang akibat konflik ini.

Baca juga: 5 Pair Mata Uang Paling Likuid untuk Trading Forex!

Oleh karena kemungkinan tersebut, perekonomian Australia menjadi rentan dan juga membuat Dolar Australia berpotensi melemah. Ditambah lagi dengan adanya peningkatan dalam kasus Covid-19 yang meningkat lagi di Bulan Juli.

Frekuensi Kasus Covid-19

Terlihat bahwa terjadi peningkatan kembali dalam kasus Covid-19 yang sumber utamanya berasal dari Victoria. Walau sudah mulai ada penanganan dengan pembatasan sosial kembali, nampaknya peningkatan kasus belum dapat ditekan akibat daerah ini merupakan daerah dengan populasi terbanyak kedua di Australia. Oleh karena itu, potensi Dolar Australia melemah menjadi lebih kuat.

Dampak Terhadap Dolar Australia

Pergerakan Bulanan Dolar Australia Terhadap Euro, Pound, Dolar Amerika, dan Yen

Dari aspek teknikal, Dolar Australia terlihat berada di batas atas pergerakan terhadap beberapa mata uang besar. Hal ini menjadi pertanda adanya potensi kenaikan nilai dari penurunan selama 8 Tahun ke belakang. Indikator RSI juga mendukung potensi kenaikan ini akibat mulai rusaknya struktur pergerakan ke bawah. Namun, dengan adanya potensi pola shooting star candlestick, ada kemungkinan pergerakan akan tetap turun.

Pergerakan Harian AUDJPY

Dengan banyaknya sentimen negatif yang terjadi, ada kemungkinan besar bahwa Dolar Australia akan melemah terhadap salah satu mata uang pengaman yaitu Yen. Ada kemungkinan bahwa harga akan turun dari titik tertinggi 2020 akibat adanya tanda koreksi.

Dengan adanya potensi pola grafik double top dan indikator RSI yang turun ke bawah 60, ada kemungkinan kedepannya pergerakan akan terus turun. Jika penutupan hari ini terjadi di bawah titik 75, ada kemungkinan pergerakan akan terus turun. Konfirmasi ini dapat membuat harga terus turun ke kisaran indikator moving average jangka waktu 200 hari, dan juga titik 61,8% pada indikator Fibonacci yang berada di titik 72.72.

Dilansir dari Daily FX

Tags: