Sejak perdagangan saham sesi I Kamis 11 Februari 2021, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau menghentikan perdagangan saham sementara terhadap empat emiten.

4 Emiten Suspensi

Keempat emiten tersebut adalah PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk. (BANK), PT Cipta Selera Murni Tbk. (CSMI) dan PT Djasa Ubersakti Tbk. (PTDU).

Keempat emiten ini baru saja melantai di bursa saham namun pergerakannya sudah menarik perhatian mayoritas pelaku pasar saham Indonesia.

Saham DCII, menurut data BEI selama sepekan terakhir, mengalami pergerakan yang cukup signifikan melesat sekitar 74,02% dari Rp 7.025/saham menjadi Rp 12.225/saham pada Rabu 10 Februari 2021.

Sementara, saham BANK meroket 130,89% dalam satu pekan. Harga berubah menjadi Rp 725/saham, yang merupakan salah satu apresiasi terbesar dalam jangka waktu singkat dalam sejarah saham Indonesia.

Baca juga: KLBF Buka Pabrik di Myanmar, Ditargetkan Beroperasi Akhir Tahun 2021

Emiten yang baru melantai di bursa pada 6 Januari 2021 ini membukukan volume transaksi 1,5 juta saham senilai Rp 14 miliar selama perdagangan sepekan.

Saham bank syariah yang baru melantai di bursa pada 1 Februari 2021 membukukan volume transaksi perdagangan saham 266,2 juta dengan nilai Rp 166,3 miliar selama sepekan.

Emiten ketiga yang dikenakan suspensi, CSMI, mencatatkan lonjakan saham 6,49% menjadi Rp1.230 selama sepekan.

Perusahaan pemegang hak waralaba restoran cepat saji Texas Chicken di Indonesia ini mencatatkan nilai transaksi Rp 1 miliar dan volume 821 ribu saham selama sepekan. CSMI resmi listing perdana di bursa pada 9 April 2020.

PTDU, yang melantai di bursa pada 8 Desember 2020, juga mengalami lompatan saham yang tinggi sebesar 142,35% menjadi Rp 2.060/saham pada Rabu 10 Februari 2021.

Selama sepekan, tercatat emiten perusahaan jasa engineering dan konstruksi ini membukukan volume transaksi 132,9 juta saham dengan nilai transaksi Rp 132 miliar.

Seluruh Saham Memiliki Pergerakan Menarik

Suspensi dilakukan BEI sebagai upaya cooling down seiring terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada keempat saham tersebut.

Sejak diterbitkan, masing-masing saham tersebut telah bergerak secara signifikan. Pergerakan tersebut membuktikan bahwa saham yang baru saja melantai akan selalu naik secara drastis.

Namun apresiasi tersebut juga akan terjadi jika fundamental dianggap bagus oleh pasar. Beberapa saham ini nampaknya telah terbukti dianggap positif oleh pasar.

Hal ini disebabkan apresiasi yang signifikan seperti DCII yang naik lebih dari 2.200% sejak melantai satu bulan yang lalu.

Saham BANK 400% lebih sejak Februari 2021 bersama saham CSMI yang naik lebih dari 90% di waktu yang sama.

Saham PTDU juga tidak kalah akibat berhasil naik mencapai 1.400%, salah satu apresiasi signifikan pada pasar saham Indonesia.

 

Tags: